Kabapas Jogja Memberi Materi Kedisiplinan Pada Orientasi CPNS 2018

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Kementrian Humum dan HAM Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (KanwilKemenkumham DIY) menggelar kegiatan Orientasi CPNS Tahun 2018 di Kantor Kanwil DIY.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Yogyakarta (Kabapas Jogja), Muhamad Ali Syeh Banna menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut. Muhammad Ali menyampaikan materi kedisiplinan.

Menurut Muhammad Ali kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

Tiga kunci sukses menurut Muhammad Ali, ada tiga,

“Pertama, hadapi kehidupan dengan takwa, karena (sesungguhnya) ujian di bawah standar kemampuan manusia. Kedua, bertaubatlah. Sesungguhnya Allah mengubah suatu kaum bila mau berusaha. Kemudian yang ketiga, tolonglah agama Allah (maka) Allah akan menolongnya,” Kata Kabapas Jogja didampingi salah satu PK Bapas Jogja, Jarot Wahyu Winasis.

Dijelaskan Muhamad Ali, untuk mewujudkan PNS yang handal, professional, bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip- prinsip kepemerintahan yang baik (good governance), maka PNS sebagi unsur aparatur Negara dituntut untuk setia dan taat pada pancasila dan uud 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin, jujur, adil, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas dan tujuan,

“Pertama, untuk lebih terjaminnya ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PNS. Kedua, mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS.Ketiga, meningkatkan kedisiplinan PNS. Keempat, meningkatkan tanggungjawab PNS dan Kelima Mempercepat proses perubahan kearah peningkatan profesionalisme dalam bekerja,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta orientasi, Brilliana Asa Purmita,A.Md dan secara umum melalui quisioner, mengatakan, Kelas disiplin PNS ini merupakan kelas yang mudah untuk diserap materinya,

“Materi disampaikan dengan kreatif, edukatif dan beberapa cobtoh visual yang memudahkan kami memahami materi dan kami termotivasi untuk berusaha semampu kami untuk menjadi lebih baik dan baik lagi,” katanya. (hen)

Redaktur: Fefin Dwi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.