Kunjungan Menurun, APPSI Harapkan BRI dan BUMN Lain Sering Gelar Event di Pasar Rakyat

SLEMAN – Kunjungan masyarakat ke pasar rakyat Prambanan, Sleman selama sebulan terakhir mengalami penurunan. Akibatnya, pedagang mengeluhkan pendapatan yang terus menyusut.

Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Sleman, Sigit Milu Wibawa mengungkapkan, penurunan kunjungan pembeli ke pasar Prambanan terasa sejak paska Hari Raya Idul Adha, Agustus hingga akhir September 2019,

“Rata-rata pedagang di Pasar Prambanan mengeluhkan menurunnya omzet dagangannya. Penyebabnya saya kira karena ‘perang dagang’ dengan toko-toko modern yang menjamur hingga pedesaan di Sleman juga akibat berkembangnya toko-toko online,” ujarnya saat ditemui di Pasar Prambanan, Selasa (15/10/2019) siang.

Namun demikian, mulai pertengahan Oktober 2019 ini, kunjungan masyarakat ke Pasar Prambanan mulai bergairah lagi. Hal itu menurutnya setelah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Laksda Adisucipto menggelar undian Simpedes di Pasar Prambanan pada Sabtu (12/10/2019) yang lalu. Event yang dihelat bank milik pemerintah terbesar itu, kata Sigit, cukup efektif untuk memantik kunjungan masyarakat di pasar rakyat,

“Setelah BRI mengadakan event di pasar Prambanan, memang terasa manfaatnya. Ada peningkatan pengunjung. Kami berterimakasih kepada pihak BRI dan juga kepada Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Sleman yang telah memberikan ijin kepada BRI untuk menggelar event di Pasar Prambanan,” kata Sigit.

Secara pribadi sigit mengaku omzetnya menurun drastis hingga 50% sepanjang September 2019. Selain berdagang batik dan pakaian, Warga Bokoharjo, Prambanan Sleman ini juga membuka jasa jahit vermak. Dalam kondisi normal, ia bisa mengantongi Rp 150 ribu per hari, namun bulan lalu, ia hanya bisa mendapatkan Rp 50 hingga Rp 75 ribu per hari,

“Sejak ada event BRI, sekarang omzet saya kembali seperti biasanya,” ungkap Sigit yang juga nasabah BRI.

Sigit berharap, selain BRI, ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan milik Negara maupun swasta lainnya yang ke depannya semakin sering mengadakan event di pasar rakyat, agar menggairahkan kunjungan masyarakat.

Selain itu, terkait persaingan dengan toko online, sigit berharap Disperindag Sleman juga memberikan semacam pelatihan kepada para pedagang agar lebih ‘melek’ (paham) teknologi digital agar bisa menarik pembeli berbelanja di pasar rakyat,

“Di pasar prambanan ini sudah ada (jaringan) wifi. Nah, mungkin ini bisa dioptimalkan. Harapannya Disperindag memberikan semacam pelatihan kepada kami (pedang) atau difasilitasi membuat semacam toko online, agar masyarakat mengetahui berbagai informasi misalnya apa saja barang yang dijual di Pasar Prambanan, di toko atau lapak mana? lantai berapa?, ketersediaan dan harganya bagaimana? Intinya bagaimana agar teknologi digital bisa mendorong masyarakat berbelanja di pasar rakyat,” pintanya.

Sigit menandaskan, bagaimanapun pasar rakyat masih menjadi harapan masyarakat, khususnya masyarakat kecil seperti kaum tani untuk memasarkan hasil-hasil pertaniannya. Pasar rakyat, kata dia, memberikan kontribusi nyata untuk perekonomian masyarakat, namun keberadaannya semakin tersingkir dengan pasar modern,

“Oleh karenanya APPSI Kabupaten Sleman berharap dan siap bekerjasama dengan semua pihak untuk memajukan pasar rakyat, khususnya yang ada di Sleman,” pungkasnya.(rd)

Redaktur:Ja’faruddin AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.