Bapas Jogja Kirimkan Personil Pelatihan Revolusi Mental Untuk Pelayanan Publik

SEMARANG – Sejumlah 60 Aparatur Sipil Negara(ASN) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dari 10 Kantor Wilayah termasuk personil Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta(Bapas Jogja) yang merupakan salah satu Satuan Kerja (Satker) Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta  mengikuti kegiatan Pelatihan Revolusi Mental Pelayanan Publik yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan(Badiklat) Hukum dan HAM Jawa Tengah, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PMI Jawa Tengah, Jalan Arum Sari, Sambiroto, Semarang Jawa Tengah, Senin(04/11/2019).

Dalam sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah yang sekaligus membuka Pelatihan Pelayanan Publik Tahun Anggaran 2019, Tarsono menyampaikan bahwa sebagai ASN adalah pelayan publik, dan perekat pemersatu bangsa.

“Sebagai Pelayan oleh karena itu ASN mempunyai tanggung jawab melayani, siapa yang dilayani , yang kita layani adalah publik atau masyarakat, itulah yang perlu pihak kami ingatkan. jangan sampai terjebak kepada birokrasi yang akan membelenggu kita sendiri, ASN harus bisa keluar dari belenggu dan dituntut agar melakukan pelayanan yang transparan dan cepat. ASN harus tanggap technologi, ada 3 prinsip pokok dalam pelayanan publik yaitu pertama Benar dan Konsisten kedua Bekerja ke arah yang lebih baik, ketiga Segala sesuatu yang dikerjakan harus berorientasi untuk kepentingan publik,” jelasnya.

Menurut Kaswo, Kepala Bagian Balai Diklat HUkum dan HAM Jawa Tengah ketika menyampaikan Laporan bahwa pelaksanaan pelatihan ini mulai dari tanggal 3 sampai dengan 9 November 2019 diikuti oleh 60 peserta dari 10 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM seluruh Indonesia, dengan dasar Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Menteri Nomor 14 tahun 2019 tentang pedoman standar pelayanan dan untuk menunjang Satker-satker dalam berproses menuju Wilayah Bebas dari Korupsi(WBK).

“Pelayanan Publik yang baik adalah salah satu pendukung untuk menuju WBK dan WBBM Kementerian Hukum dan HAM yang pada kali ini sedang berproses menuju WBK, dan pelatihan ini bertujuan bahwa peserta nantinya mampu memberikan pelayan yang cepat, mudah dan transparan,” ungkap nya.

Ditemui di hari kedua pelatihan, Selasa(05/11/2019) salah satu peserta dari Bapas Jogja Henny, mengatakan bahwa dalam 7 hari kedepan siap menimba ilmu dalam pelayanan publik, dengan harapan bahwa materi yang diberikan para pelatih nantinya bisa diterapkan di Bapas Jogja.

“Dalam 7 hari mendatang, belajar dan menimba ilmu pelayanan publik, mengingat Bapas Jogja satu satunya Bapas di Indonesia yang sedang berproses menuju WBK, dan berharap hasil dari pelatihan ini bisa mendukung Bapas Jogja untuk lebih maksimal berproses sesuai dengan standar pelayanan yang disebutkan dalam undang undang,” tuturnya.

Ditemui di tempat yang berbeda Kepala Bapas Jogja Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan, bahwa pengiriman personil dalam pelatihan pelayanan publik ini, menunjang program dan proses Bapas Jogja menuju WBK, dan sangat berterimakasih kepada penyelenggara yang telah memberi kesempatan kepada Bapas Jogja untuk mengikuti pelatihan ini, diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia personil Bapas Jogja dan mampu bekerja cepat, mudah dan transparan dalam pelayanan terhadap publik,”pungkas nya (Bon).

Redaktur : Antono 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.