Embrio Kader Bina Keluarga Sejahtera Siap Dilahirkan

YOGYAKARTA – Dinas Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk  Daerah Istimewa Yogyakarta (DP3AP2 DIY) bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Pelatihan Kader Bina Keluarga Sejahtera, Senin sampai Rabu (11-13/11).

Kepala Dinas DP3AP2 DIY dr. R.A Arida Oetami. M.Kes mengatakan pelatihan diselenggarakan untuk mendukung pembangunan keluarga sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kualitas keluarga. Menurutnya, kader ini bukan petugas biasa, karena sebagai embrio kader ketahanan keluarga pertama,

“Peserta mendapatkan  buku panduan dan kurikulumnya dari DP3AP2.” kata Arida.

Ia menjelaskan, sebelumnya ada pelatihan kader bina keluarga sejahtera, bina gender untuk desa mandiri budaya yang lokasi desa sudah ditetapkan. Menurutnya,  kader ketahanan keluarga harus disampaikan kepada masyarakat agar budayanya maju dan permasalahan sosial bisa ditanagni sedikit demi sedikit,

“Jangan sampai di desa itu muncul hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya kita,” tambahnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Nurjannah, M.Si  menilai kegiatan tersebut sangat tepat karena persoalan masyarakat lekat dengan unsur batin yaitu spiritual. Perlunya pendekatan agama dan spiritualitas dalam membina masyarakat UIN Sunan Kalijaga dapat masuk dan menyesuaikan dengan agamanya masing-masing,

“Salah satu program yang sukses yaitu KKN dengan pendekatan agama sangat mengena dan akrab dengan hidup sederhana tidak seperti menara gading.” Kata Nurjannah.

Selanjutnya Nurjannah menyatakan nantinya kegiatan dengan dinas DP3AP2 dapat diperluas bersama kegiatan mahasiswa dengan menjalin Memori of Understanding (MoU) yang bisa mencangkup ke program studi lain di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kami juga menerima masukan termasuk kurikulum apa yang dilapangan dari praktisi untuk menggodok mahasiswa siap pakai.

Sementara Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Andayani,SIP., MSW. menjelaskan peserta kegiatan meliputi penyuluh agama, Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga(TP PKK) dan Penggerak Keluarga Berencana (PKB) dari empat kabupaten di DIY. “Outputnya dari pelatihan peserta menjadi kader untuk menangani masalah keluarga dan penyuluhan di masyarakat.”kata Handayani.

Peserta ini dalam tiga hari akan belajar bagaimana menjadi konselor profesional, penanganan kasus pernikahan, dan keluarga. Mengetahui teknik konseling dan upaya peningkatan pelayanan seperti menggali masalah dan problem solving, metode-metode konseling dan assesment pada masyarakat. (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.