Corporate University Meningkatkan SDM Bapas Jogja

YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta(Bapas Jogja) terus berupaya untuk mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia(SDM) yang unggul, salah satu caranya yaitu dengan menerapkan Corporate University. Kegiatan yang dilaksanakan setelah apel pagi di ruang sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan(TPP) Bapas Jogja diikuti seluruh pejabat Struktural teknis dan Pembimbing Kemasyarakatan(PK) dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan(APK),Senin(24/02/2020).

Sebagai salah satu amanat dari Presiden Republik Indonesia, pembangunan SDM adalah jawaban yang tepat untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.

“Dengan adanya perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, salah satu langkah yang paling tepat adalah dengan membangun corporate university,”jelas Kepala Bapas Jogja, Muhammad Ali Syeh Banna yang akrab disapa Ali Syeh.

Corporate University adalah pendekatan pembelajaran organisasi untuk pengembangan pegawai dengan tujuan mendukung kinerja organisasi. Hal ini yang diterapkan oleh Bapas Jogja, sehingga setiap pegawai Bapas Jogja yang telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan(diklat) wajib hukumnya menularkan hasil diklat yang didapat kepada rekan-rekan kerja lainnya.

“Corporate University, adalah langkah pembelajaran yang terus menerus dalam setiap langkah kita bekerja,” tambah Ali Syeh dalam arahannya sebelum pelaksanaan kegiatan.

PK Muda Sri Akhadiyanti setelah kurang lebih selama sepuluh hari telah menjalani diklat tentang Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak(UU SPPA) di Lembang, Jawa Barat membagikan ilmu yang telah didapatkan selama pendidikan.

“Diklat tentang UU SPPA dilakukan bersama dengan Aparat Penegak Hukum(APH) lainnya seperti Kepolisian, diklat ini mengarahkan kepada persamaan persepsi tentang UU SPPA yang pada prakteknya penerapannya kurang pas, sehingga terjadi gesekan antara petugas PK bapas dan penyidik dari kepolisian,”ungkap Yanti.

Dalam kegiatan Corporate University ini setiap PK dan APK bisa saling bertukar pengalaman dan ilmu serta penerapan di lapangan, kegiatan peningkatan SDM PK in dilakukan dengan sistem diskusi tentang kendala dan solusi di antara seluruh permasalahan yang timbul di lapangan.

Ketua Ikatan Pembimbing kemasyarakatan Indonesia(IPKEMINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta, PK Muda Farid Edy Susanta juga menambahkan bahwa hal-hal yang menjadi kendala di lapangan bisa di lakukan di forum ini mengenai tugas pokok dan fungsi.

“Persamaan persepsi antara APH memudahkan langkah dalam proses pelaksanaan dan pengambilan keputusan, sehingga bisa sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, forum semacam ini diharapkan tidak hanya satu atau dua kali dalam satu bulan, dan akan menjadi agenda IPKEMINDO untuk peningkatan SDM PK dan APK Bapas Jogja,”pungkas nya. (Hen)

Redaktur : Fefin Dwi Setyawati   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com