Sebarkan Video Aman Berwisata ke Jogja, Gerakan Pemuda Marhaenis DIY Tuding Dinas Pariwisata DIY Gagal Paham Sikapi Covid19

YOGYAKARTA – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Daerah Istimewa Yogyakarta menilai Dinas Pariwisata DIY gagal paham dalam mensikapi persoalan covid19 atau virus Corona yang sudah ditetapkan oleh WHO yaitu dengan menyebarkan video berisi propaganda untuk berwisata ke Yogyakarta. Propaganda tersebut dikhawatirkan membahayakan kesehatan dan keselamatan warga Yogyakarta.

“Seperti diketahui covid19 telah menjadi 69 orang yang terinfeksi bahkan sudah ada sementara 2 yang meninggal,salah satunya di Surakarta yang berjarak 60 km dari Yogyakarta,” ungkap Sekretaris GPM DIY, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, dalam keterangan Pers yang diterima redaksi, Sabtu (14/03/2020).

Fokki menjelaskan, belajar dari pengalaman Italia, Korsel dan Wuhan maka Gerakan Pemuda Marhaenis GPM DIY meminta Dinas Pariwisata DIY menyetop dan menarik video propaganda tersebut. Bagi GPM DIY, kesehatan dan keselamatan warga Yogyakarta lebih penting daripada urusan ekonomi,

“Lebih baik hidup menderita secara ekonomi tapi hidup sehat dan bahagia daripada ekonomi sehat tapi sakit atau meninggal,” ujar Fokki yang juga anggota DPRD Kota Yogyakarta ini.

Ia juga meminta untuk Pemerintah DIY menyiapkan diri untuk langkah langkah yang akan ditempuh sampai kepada skenario lockdown dan mensosialisasikan secara terbuka sehingga warga masyarakat memahami dan menghadapi secara bergotong royong persoalan covid19 ini,

“Jangan dengan alasan menjaga supaya warga masyarakat tidak panik lalu menutup nutupi bahkan melakukan tindakan kontra produktif seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata DIY dengan menyebarkan video gagal paham,” tandasnya.

“GPM yakin bahwa dengan keterbukaan maka rakyat akan siap dan bersatu sehingga tidak akan jatuh korban yang sia sia dalam persoalan covid19 ini,” pungkasnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *