Jelang Idul Fitri, KUI UP45 Gelar Kajian Daring

YOGYAKARTA – Kantor Urusan Internasional Universitas Proklamasi 45 (KUI UP45) Yogyakarta menggelar Kajian Daring (Online) jelang hari raya Idul Fitri 1441 H, Jumat (22/05/2020) yang lalu.

Kajian Menghadirkan Ustadz H.Sukirno,CH,SH,MH Dekan Fakultas Hukum (FH) UP45 Yogyakarta, dengan bintang tamu Ketua Umum Mahasiswa Islam Patani-Selatan Thailand di Indonesia periode 2019-2020, Husasan Tayeh

Dalam tausiyahnya, Sukirno mengajak peserta harus tetap bersyukur kepada Allah SWT meski menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tengah Pandemik Covid-19,

“Kita bersyukur kita masih menikmati akhir ramadhan sampai bulan syawal dengan bersama-sama merenungkan apa yang sudah kita lakukan, dengan cara muhasabah; menghitung, menimbang perbuatan atau amalan yang sudah kita lakukan. Apakah kita semua sudah termasuk orang yang mendapat kemenangan pada hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H, kita kembali ke fitrah?” katanya.

Ia menjelaskan, puasa ramadhan oleh Allah SWT telah ditetapkan sebagai syariat, serta menjadi sarana untuk mencapai hamba Allah dengan derajat paling tinggi, yaitu mereka yang tinggi ketakwaannya,

“Inna akromakum indallahi atqokum, Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa diantara kalian. Puasa adalah untuk melakukan itu. Takwa adalah secara umum yaitu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari larangan Allah SWT. Dari etimologi makna kata takwa bentuk mashdar dari ittaqwa menghindarkan diri dari segala yang membahayakan dan mudharat atau makna takwa artinya berjaga- jaga atau melindungi diri,” ungkapnya.

Menurut Ali bin abi thalib, kata dia, yang dimaksud dengan takwa ada empat antara lain; takut kepada Allah dengan segala keagungannya, beramal berdasarkan ridho dari Allah sesuai dengan Alquran, ridho pemberian dari Allah dan menyiapkan diri untuk menghadapi hari akhir,

“Itulah yang disebut dengan empat indikator takwa. Sedangkan puncak dari ketakwaan bagi orang yang beriman untuk meraih kemuliaan adalah melaksanakan segala perintahnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sukirno menjelaskan, takwa terdiri dari dua dimensi hubungan antara hamba Allah hubungan manusia dengan penciptanya hablum minallah (al khaliq), hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Integrasi dari dua dimensi hablum minallah dan hablum minannas sebagai pertanda bagaimana orang yang bertakwa itu.

Al Baqarah 177, Ali Imran 133-135 memberikan petunjuk tentang tanda- tanda orang bertakwa terkait dengan dimensi ukhrowi. Pelaksanaan perintah Allah terkait dengan puasa harus memiliki dampak kesalehan sosial,

“Inilah yang akan melahirkan kesalehan sosial dan kesediaan orang yang beriman menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, selain itu dengan kesalehan sosial maka menjauhi semua perbuatan yang memberikan mudharat pada dirinya,” ucapnya.

Hasil ramadhan terkait ketakwaan sosial ada 5 antara lain, pertama, terpeliharanya lisan dari hal-hal yang jelek, hal-hal yang membatalkan puasa. Kedua; senang berbagi rizki. Ketiga; pandai menahan hawa nafsu nahan diri atau amarah dan nafsu syahwat semata mata hanya melaksanakan perintah dari Allah SWT. Keempat; mudah memberikan maaf. Kelima; menyadari kesalahannya (taubatan nasuha) meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa International asal Thailand Husasan Tayeh berbagi pengalaman ramadhan, masa pandemi, dan jelang idul fitri ini. Ia juga mengajak peserta kajian untuk banyak bersyukur kepada Allah SWT, dimana Bulan Ramadhan telah berada pada penghujung hari, dan hari-hari penuh ujian telah dilalui,

“Godaan syetan sudah kita hadapi, akan kita menyambut kemenangan ditandai dengan gemuruh kalimat takbir, tahmid dan tahlil bersahut-sahutan. Ketika matahari diakhir Ramadhan tenggelam di kaki langit, sedih lenyap, gembirapun datang, laksana tentara pulang dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang,” tuturnya.

Menurut Husasan ada tiga hal yang harus dilaksanakan untuk mempertahankan kemenangan Ramadhan ini, yang harus dilakukan di bulan syawal antara lain meningkatkan iman, menjadi orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah.

Kajian Online kali ini diikuti hampir 200 peserta. Animo peserta luar biasa terbukti sampai berakhirnya acara, banyak peserta masih ingin melontarkan pertanyaan kepada narasumber.

Ketua Panitia Buddies KUI UP45 Alia Nanda Rumekti mengatakan Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, karena Pandemic Covid-19,

“Dengan hadirnya makhluk Allah yang membuat kita harus beraktivitas di rumah, menjadikan kesempatan rumah kita sebagai tempat ibadah, tetapi bukan menyurutkan niat kita tetapi justru membuat kita  bersemangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga ramadhan ini sebagai penggugur dosa dan keberkahan untuk kita semua,” katanya.

Sementara itu, Direktur KUI UP45 Rr. Putri Ana Nurani,SS,MM yang mengikuti kajian mengatakan bahwa di masa pandemik covid-19 ini kegiatan yang dilakukan oleh KUI ditujukan untuk memberikan kegiatan positif bagi civitas UP45 ataupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Putri juga menyampaikan bahwa KUI dan Buddies KUI UP45 telah mengumpulkan donasi untuk masyarakat terdampak Covid-19. Bantuan tersebut sudah disalurkan kepada Kemawa Baznas UP45 untuk bisa disalurkan kepada warga yang membutuhkan, termasuk untuk mahasiswa asing di Yogyakarta.

Sementara itu Rektor UP45 Yogyakarta Ir. Bambang Irjanto, MBA, mengingatkan kepada peserta agar jangan berhenti beraktivitas dengan adanya wabah covid-19 dengan manfaatkan teknologi. Bambang juga mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir Bathin.

Kajian Online “Menuju Kemenangan : Shiyam Ramadhan dan Ketaqwaan Sosial” yang dilaksanakan dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut, dibuka dengan pembacaan surat Al Baqarah 183-185 oleh Ikromil Fawaid dan saritilawah Sulfi Amalia. Acara dipandu Buddies KUI UP45, Karhomah Atika Sendy dari Fakultas Hukum, diawali pemutaran video profil UP45 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kajian juga dimeriahkan dengan hiburan shalawat Ikromil Fawaid. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi setyawati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.