Reses DPRD Kota Yogyakarta, Fokki Berbagi Bibit Tanaman dan Masker

YOGYAKARTA – Anggota DPRD Kota Yogyakarta Fraksi PDI Perjuangan, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP membagikan bibit tanaman kepada masyarakat saat melaksanakan reses DPRD Kota Yogyakarta yang dilaksanakan tanggal 3-8 Juli 2020. Fokki melaksanakan reses di 6 titik wilayah yaitu RW 9 Demangan, RW 20 Baciro, RW 21 Baciro, Linmas Kalurahan Baciro, RW 1 Terban dan RW 1 Kotabaru.

Di acara reses tersebut Fokki memberi bantuan bibit pohon jambu dalhari,

“Ini untuk mendukung gerakan Jogja Nandur yang digalakkan oleh PDI Perjuangan sebagai lambang bahwa kehidupan harus segera dimulai lagi dengan adaptasi kebiasaan baru,” kata Fokki dalam pers rilis yang diterima redaksi, Rabu (08/07/2020).

Disamping itu dalam reses tersebut, untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru Dinas Kesehatan yang turut dalam acara reses, juga membagi masker yang diterima oleh pemangku kepentingan yang ada di wilayah.

Dalam agenda resesnya Fokki mengusung tema, “Bergotong royong menuju adaptasi kebiasaan baru”.

Menurutnya, dalam reses yang mengambil tema adaptasi kehidupan baru maka fokus yang disampaikan dalam reses tersebut adalah sosialisasi kehidupan baru seperti yang diatur dalam Perwal 51/2020.

Dengan didampingi dari Dinas Kesehatan dan BPBD maka Fokki menyampaikan bahwa adaptasi kehidupan baru pada prinsipnya ada 3 hal yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak,

“Standing atau kedudukan covid19 adalah sama dengan demam berdarah yaitu sama sama belum ada vaksin anti virusnya dan mematikan. Solusi dari itu semua ada ketahanan tubuh kita dan mentaati kehidupan dengan protokol kesehatan seperti yang sudah diatur dalam Perwal 51/2020 tersebut. Perwal tersebut juga mengatur sanksi bagi yang tidak mematuhinya atau melanggar dari peringatan lesan, tertulis, kerja sosial sampai denda 100 rb rupiah,” terangnya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa kehidupan manusia harus mulai bergerak sehingga roda perekonomian rakyat juga dapat bergerak,

“Karena kalau tidak bergerak maka kehidupan ekonomi keluarga dan negara pasti tumbang dan kita semua tidak ingin keluarga dan negara kita “kalah” oleh covid19,” pungkasnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.