Persiapkan Lulusan Bersaing di dunia Kerja, UP45 Kerjasama Patra Learning Center

YOGYAKARTA –  Sebagai upaya mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia usaha dan industri, Universitas Proklamasi 45 (UP45) menggelar rangkaian acara dalam memberikan Pembekalan Calon Lulusan 2021 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021.  

Sekretaris Universitas UP45 Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM menuturkan, Salah satu penerima manfaat dari lulusan perguruan tinggi adalah Dunia Usaha dan Industri. Lulusan yang dapat diterima di Dunia Usaha dan Industri adalah yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),

“Salah satunya adalah pengetahuan dan pemahaman tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Oleh kerena itu lulusan UP 45 harus dibekali pengetahuan tentang Sistem Manajemen,” tuturnya kepada jogjakartanews.com, Jumat (30/04/2021).

Putri menjelaskan, pembekalan untuk Calon lulusan UP 45 Tahun 2021 maupun alumni fresh graduate juga sebagai upaya menyesuaikan dengan kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Menurutnya, kebijakan MBKM merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, adaptif, sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut agar lebih siap dan selaras dengan kebutuhan zaman serta lebih cakap sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Program pembelajaran berbasis pengalaman experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sebab, kata Putri, dengan adanya kebijakan MBKM ke depan kompetensi lulusan akan meningkat, baik ketrampilan non teknis (softskills) maupun teknis (hard skills),

“Kami berharap agar pembekalan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan alumni UP 45, tidak hanya untuk menambah wawasan tetapi menjadi sarjana yang tangguh, adaptif dan selaras dengan kebutuhan zaman, serta siap menjadi pemimpin di masa depan dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Dengan kata lain “Bangga menjadi Alumni UP45”. Saat ini melalui Career Development Center (CDC) menjadi pusat pelatihan, pengembangan karir, penempatan kerja bagi mahasiswa dan alumni UP 45 menjadi tenaga ahli yang berkompeten dan tersertifikasi serta siap bersaing dalam industri energi dan khususnya minyak, gas, energi terbarukan,” harap Putri.

Pembekalan untuk calon lulusan 2021 maupun alumni UP 45 yang telah dilaksanakan diantaranya mengelar webinar bertema Profesi dan Karir dalam bidang Sistem Manajemen Sabtu (24/04/ 2021) kemarin mulai pukul 16.00 WIB. Webinar diselenggarakan bekerjasama dengan Patra Learning Center dengan menghadirkan pemateri trainer, Tommy Eka Miharja,SSi,MPd.

Dalam pemaparannya, Tommy mengatakan pentingnya pemahaman sistem manajemen. Menurutnya, sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama. Adapun 6 unsur manajemen untuk mencapai tujuan antara lain: methods, material, man, market, machines, money.

Ia menjelaskan dengan metode yang tepat akan memudahkan manajemen mencapai sasaran. Kemudahan material adalah unsur penting, karena tanpa ada material perusahaan tidak bisa berproduksi dan tidak bisa beroperasi. Begitu juga dengan Man. Sebab, manajemen mengatur agar manusia bekerjasama. Market merupakan unsur dimana proses interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang atau jasa tertentu,

“Sedangkan mesin dapat memangkas waktu dalam proses produksi lebih cepat dan lebih efisien, uang diperlukan sejak perusahaan didirikan hingga kegiatan operasional,” terangnya.

Dikatakan Tommy, sistem manajemen yang paling banyak diimpementasikan antara lain ISO 9001:2015 sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 sistem manajemen lingkungan, ISO 45001:2018 sistem manajemen K3.

“Apapun pilihan karir Anda, PNS, karyawan, BUMN/ swasta, pengusaha, dalam dunia usaha dan dunia industri Anda diberikan pilihan apakah fokus dalam produk atau jasa. Adapun profesi dan karir dalam bidang sistem manajemen antara lain Auditor yaitu badan sertifikasi yaitu personil yang telah memiliki Sertifikasi Lead Auditor dapat menjadi Auditor Badan Sertifikasi,” ujarnya kepada peserta.

Tommy  menambahkan, karir Konsultan & Trainer juga saat ini banyak dibutuhkan. Menurut dia, kebutuhan akan konsultan dan trainer di bidang sistem manajemen cukup tinggi. HSE Officer bertanggungjawab terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan. Quality Assurance (QA) tugas pokok sebagai penjamin mutu produk atau layanan. Quality Control (QC) melakukan monitoring proses bisnis. Tim Auditor Internal sebagai tim auditor sistem manajemen yang diterapkan oleh perusahaan.

Lebih lanjut Tommy menjelaskan, dalam menembus dunia kerja, ada empat strategi yang harus dilakukan oleh fresh graduate dan alumni. Pertama, ikuti webinar yang berkaitan dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Kedua, kumpulkan portofolio Anda, siapkan dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Ketiga, tingkatkan kompetensi Anda dengan mengikuti training terkait sistem manajemen. Keempat, lengkapi kompetensi Anda dengan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP atau kemnaker.

“Kata kuncinya adalah pertama bahwa lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi sistem manajemen maka peluangnya lebih besar di terima di suatu perusahaan. Kedua, manajemen perusahaan lebih senang dengan lulusan yang pernah mengikuti Training Sistem Manajemen karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memberikan training. Ketiga, gaji yang ditawarkan kepada lulusan yang memiliki kompetensi Sistem Manajemen yang dibuktikan dengan sertifikat akan jauh lebih besar dibanding lulusan yang tidak tahu sama sekali tentang Sistem Manajemen,” kata Tommy menguraikan.

Salah satu calon wisudawan Yeni Kumalawati dari prodi manajemen mengungkapkan bahwa webinar sangat membuka wawasannya terkait ISO. Ia mengaku sejauh ini dia tidak begitu mengerti mengenai standarisasi perusahaan,

“Saya berharap seminar seperti ini dapat dilakukan kembali khususnya mengenai sistem manajemen perlu diadakan kembali tentunya dengan materi lebih spesifik. Saya menyadari bahwa menjadi mahasiswa fresh graduate perlu memiliki sertifikasi ISO karena akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan lebih mudah bersaing di dunia kerja. Terlebih, saat ini dunia kerja lagi gencar – gencarnya mengenai sistem manajemen,” ujarnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.