Dua Pakar Ungkap Kondisi Migas dalam Webinar Prodi Teknik Perminyakan UP 45

YOGYAKARTA – Kondisi migas yang fluktuatif di tengah pandemi Covid-19 memberikan banyak pertanyaan publik akan kepastian bisnis dan investasi di bidang ini. Di lain sisi, kebutuhan akan energi fosil yang diisukan akan habis dalam waktu dekat ini, justru terus meningkat. 

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Dr. Didik S. Setyadi, MH yang juga Dosen Universitas Proklamasi 45 (UP 45) mengungkapkan, terdapat 4 pilar utama yang perlu menjadi fokus sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem investasi yang menarik. Yaitu, memaksimalkan potensi cadangan migas yang dimiliki oleh Indonesia, memanfaatkan situasi dan kemampuan pasar, menyediakan kepastian hukum, serta memberikan kemudahan regulasi dalam berinvestasi.

“Ekosistem investasi migas yang baik memungkinkan pada terbukanya lapangan pekerjaan secara luas yang mampu menyerap banyak tenaga kerja khususnya generasi muda yang saat ini sedang menggeluti studi di bidang migas,” ungkapnya, Jumat (30/04/2021).

Hal senada juga disampaikan Didik dalam seminar online atau webinar bertajuk “Industri Migas Indonesia di Masa Yang Akan Datang” yang diselenggarakan Prodi Teknik Perminyakan UP 45 Sabtu (10/04/ 2021) yang lalu. Webinar juga menghadirkan pembicara,  Dr. Ir. Sudarmoyo, S.E., M.Sc. yang merupakan Dosen Universitas Pembangunan Nasional V sekaligus praktisi migas.  

Dalam kesempatan tersebut Sudarmoyo menyoroti pembauran energi nasional di tahun 2030 dimana migas masih memegang peranan yang sangat besar dalam memberikan kontribusi untuk menyuplai kebutuhan energi secara nasional. Menurut Sudarmoyo, selain dalam ranah energi, migas juga akan terus berkontribusi untuk mendukung sektor industri lain baik sebagai bahan baku maupun sebagai penggerak utama.

Volunteer Buddies Kantor Urusan Internasional Universitas Proklamasi 45 (KUI UP 45) Marcellinus Gonzaga yang menjadi peserta webinar mengatakan bahwa webinar yang berdurasi selama 2 jam tersebut memberikan banyak optimisme kepada mahasiswa khususnya mahasiswa teknik perminyakan mengenai masa depan industri migas yang masih sangat menjanjikan kedepannya.

“Kedua narasumber sepakat bahwa kedepannya industri migas perlu lebih berorientasi pada 2 hal pokok selain profit (keuntungan) yaitu people (keselamatan pekerja dan kesejahteraan manusia) serta planet (meningkatkan aspek ramah lingkungan),” ujarnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.