Esensi Complex Problem Solving Skills Bagi Para Milenial di Era Persaingan Global

Oleh : Muhammad Labib*  

Generasi milenial sekarang harus siap dalam mengahadapi persaingan global. Hidup dan tumbuh di era kompetisi dengan negara-negara lain yang kian lama semakin meningkat, seharusnya memacu para milenial memiliki kompetensi diri. Semestinya para milenial sadar akan hal ini, agar mereka dapat merevitalisasi potensi dan reputasinya. Kebanyakan dari mereka berlomba-lomba mempertontonkan diri mereka di sosial media sebagai seseorang yang sukses, smart dan humble. Dalam artian, lebih mementingkan eksistensi ketimbang eminensinya.

Urgensi dari globalisasi dan kemajuan teknologi telah meminimalisirkan batas-batas yang berdampak pada persaingan global, tantangan yang harus dihadapi juga variatif, maka dari itu para milenial harus memiliki terobosan untuk meng-upgrade potensi diri mereka. Generasi milenial harus sigap, agar tidak tertinggal dengan transformasi zaman ini

Kompetensi diri yang sangat berpengaruh di era persaingan global adalah Complex Problem Solving. Keterampilan pemecahan masalah yang kompleks adalah kapasitas yang dikembangkan guna memecahkan masalah baru dan yang tidak terdefinisikan dengan jelas. Complex Problem Solving menjadi kemampuan yang harus dimiliki agar dapat bersaing, softskill tersebut tentu tidak didapatkan begitu saja, melainkan perlu dilatih. kemampuan ini berguna saat dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang kompleks, sehingga mampu fokus untuk mencari solusi, bukan pada problematika yang dihadapi.

Mengapa keterampilan Complex Problem Solving penting? Karena dinamika permasalahan di masa depan, terutama yang berhubungan dengan faktor teknis, kian hari terasa kompleks. Hal ini menimbulkan berbagai pekerjaan yang menjadi rumit, masalah kompleks adalah masalah yang ditandai oleh kompleksitas pengambilan keputusan, kompleksitas masalah, kompleksitas penyelesaian masalah, kompleksitas dan ambiguitas tugas, ketidakpastian dalam lingkungan dan kompleksitas interaksi yang ditimbulkannya.

Menurut data dari sumber Future of Skills 2019, Di Asia-Pasifik Critical thinking dan problem solving merupakan skill teratas yang dibutuhkan dari skill lainnya seperti kemampuan beradapatasi, komunikasi, kepemimpinan, manajemen, inovasi dan kreativitas. Dari diagram keterampilan yang dibutuhkan dari data tersebut, Complex Problem Solving di Australia mencatatkan persentase 60%, di Singapura 57%, dan India 76%. Hal demikian menyimpulkan bahwa urgensi memiliki keterampilan Complex Problem Solving ini harus dimiliki oleh para milenial tanah air guna berdikari di era globalisasi.

Untuk menumbuhkan Keterampilan Complex Problem Solving adapun cara-cara yang harus dilakukan, karena keterampilan ini tidak begitu saja dimiliki instan oleh seseorang. Berikut cara-cara menumbuhkan keterampilan Complex Problem Solving. Antara lain adalah Mendefinisikan masalah (Menafsirkans sebuah permasalahan), Mengumpulkan data (Karena data sebagai penunjang dan referensi pengambilan keputusan), Identifikasi akar masalah (Sebab-akibat terjadi menunjukkan sumber masalah), Peta situasi yang clear (Alur serangkaian keputusan dibuat, dimana keputusan awalcmengondisikan keputusan selanjutnya), dan Implementasi Solusi (Pelaksanaan solusi dan evaluasi).

Milenial sebagai sebagai pewaris kepemimpinan bangsa ini. Begitu besar harapan bangsa ini kepada mereka. Menyoroti berbagai macam dinamika dan problematika di tanah air, sepatutnya para milenial peka dalam memberikan solusi, kontribusi, dan sumbangsihnya terhadap bangsa ini. Kalau generasi milenial sekarang bisa produktif, maka ibu pertiwi Indonesia akan maju dan progresif.(*)

*Penulis adalah Mahasiswa Fakulas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.