Dengan Semangat PHPN 2021, UP 45 Siap Wujudkan Merdeka Belajar

YOGYAKARTA – Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (up 45) turut berpartisipasi dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (PHPN) Tahun 2021, yang digelar nasional dan dipimpin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim pada 2 Mei yang lalu.

Dalam upacara PHPN yang mengusung tema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar” tersebut UP 45 diwakili oleh Perwakilan Yayasan Proklamasi 45, yaitu Hartanti Widayani,Spd dan  Sekretaris Universitas UP45 Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM. Kedua akademisi UP 45 tersebut nampak berbeda pada logo PHPN 2021 kali ini, dengan mengenakan busana adat khas Yogyakarta.

Menurut Putri, dalam rangka memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan akan penting dan strategisnya pendidikan bagi peradaban dan daya saing bangsa, serta mengingat filosofi perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam meletakkan dasar dan arah pendidikan dan meningkatkan rasa nasionalisme, maka perwakilan UP 45 menggunakan simbolisasi busana adat,

“Dalam upacara memang seluruh peserta menggunakan pakaian adat tradisional dengan norma kepantasan,” tuturnya dalam keterangan tertulis kepada jogjakartanews.com, Senin (17/05/2021).

Putri menjelaskan, UP 45 saat ini terus berbenah untuk turut mensukseskan program Merdeka Belajar,

“Program merdeka yang akan diterapkan juga mendukung terwujudnya visi UP 45 atau visi pendidikan yaitu menjadi kado emas di tahun 2045, dimana visi UP 45 sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi, tenaga ahli untuk menunjang pembangunan bidang energi, khususnya industri perminyakan dan gas bumi dalam rangka melestarikan nilai-nilai kejuangan eksponen dan angkatan 45,” ungkap putri.

Sekadar informasi, Upacara PHPN 3021 juga dihadiri Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro Menteri Pendidikan Kebudayaan periode 1993 -1998 , Anis Rasyid Baswedan,Phd Menteri Pendidikan periode 2013-2016, Sylviana Murni Ketua Komite 3 DPD, Kepala Arsip, pemimpin organisasi pendidikan dan guru berprestasi yang berada di paling kiri tenda utama Menteri Nadiem.

Upacara secara daring diikuti oleh 98 guru pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi dengan menggunakan pakaian adat daerah masing – masing, 24 orang pemenang kemah budaya kaum muda, 53 agen anti korupsi anak dan guru 2020, dari 4 BIPA, 46 duta rumah belajar tahun 2020, 300 siswa dan mahasiswa berprestasi tahun 2020 dari seluruh Indonesia serta tamu undangan.

Dalam nuansa pandemi Covid-19 ini pelaksanaan dilaksanakan secara daring dan luring sehingga upacara ini juga dapat diikuti dari rumah atau tempat tinggal masing-masing dengan menyaksikan siaran langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI pada pukul 08.00 WIB. Sedangkan upacara luring atau tatap muka di Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pusat yang dilaksanakan secara terbatas, minimalis serta tetap menerapkan protokoler kesehatan tanpa mengurangi makna, semangat dan kekhidmatan acara.

Dalam amanatnya, Nadiem Makarim meminta agar PHPN kali ini dijadikan sebagai momentum untuk serentak bergerak demi mewujudkan Merdeka Belajar dalam rangka mendidik putra-putri bangsa Indonesia menjadi Pelajar Pancasila Sejati.

“Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia. Esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekan kehidupan manusia. Mulai hari ini, pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia haruslah kita jiwai dan kita hidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati,” tuturnya.

Menurutnya, pada masa pandemi, sepuluh episode Merdeka Belajar telah diluncurkan dan akan masih banyak lagi terobosan-terobosan Merdeka Belajar yang akan dilakukan Kementerian Pendidikan. Harapannya dapat berubah menjadi lompatan kemajuan. Terobosan Merdeka Belajar betul dapat menyasar seluruh masyarakat mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organsisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha dan dunia industri dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote,

“Masa pandemi ladang optimisme menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ada juga yang tengah bersiap. Saya sangat bersemangat melihat masyarakat sadar bahwa kita harus terus bergerak maju dan melakukan berbagai lompatan kemajuan dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan. Pandemi bukanlah satu satunya tantangan yang kita hadapi masih banyak sederet tantangan yang akan kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia,” ucap Menteri Nadiem.

Dalam Upacara PHPN 2021 juga diserahkan arsip statis kepada arsip nasional RI secara simbolis dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atas penyelesaian pertanggungjawaban nasional bangsa dan negara, serta pemberian sejumlah penghargaan untuk siswa berprestasi nasional. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.