Usai Vaksin Tak Berarti Boleh Tingkalkan Prokes

YOGYAKARTA – Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X meminta masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) meski sudah divaksin. Menurutnya, vaksinasi bukanlah akhir dari upaya mencegah meluasnya pandemic. Seusai menjalani vaksin bukan berarti bisa meninggalkan Prokes, 

“Maka dari itu, budaya 5M harus tetap dilaksanakan. Jangan sampai kerja keras dan upaya mencegah meluasnya pagebluk Covid-19 menjadi kurang bermanfaat, hanya karena kita tidak disiplin atau lengah. Mari, saiyeg saekpraya, mengawal upaya recovery sosial dan ekonomi dengan budaya hidup sehat, kapan dan dimanapun berada,” tuturnya saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal gelombang pertama yang digelar Pemda DIY bekerjasama dengan perusahaan transportasi online dan perusahaan swasta lainnya, di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Kamis (17/06) pagi. 

Sri Paduka menjelaskan, dalam program vaksinasi, ditargetkan sebanyak 10.000 orang divaksin, dimana 630 diantaranya adalah disabilitas. Selain itu, penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pendampingan dari Difabel Tanggap Bencana (DIFAGANA) dan penerjemah khusus, hingga armada antar jemput khusus penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi.

Selain disabilitas, pada gelaran vaksinasi ini juga diikuti oleh pelaku wisata, lansia, ASN, lansia, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, serta pekerja publik sektor transportasi. 

Sri Paduka menuturkan bahwa vaksinasi merupakan upaya preventif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,

“Vaksinasi Covid-19 adalah program Pemerintah Pusat, yang penyelenggaraannya didukung oleh Pemerintah Daerah demi percepatan tercapainya tataran herd immunity di negara tercinta ini,” ungkapnya.

Sri Paduka juga berharap kegiatan vaksinasi massal ini bisa menjadi contoh gerakan kolaboratif yang baik melalui pola kerjasama multi helix lintas sektor,

“Saya mendengar bahwa khusus peserta dari penyandang disabilitas mampu melampaui target yang ditentukan panitia. Kami mendorong agar kegiatan vaksinasi masal yang melibatkan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dapat dilakukan lagi pada waktu yang dekat,” harap Sri Paduka.

Redaktur: Faisal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.