Penemuan Baru Padi Gamagora, Varietas Unggul yang Tak Harus Ditanam di Sawah

YOGYAKARTA – Tim peneliti dari Fakultas Pertanian UGM tengah mengembangkan varietas padi amfibi. Padi jenis baru yang diberi nama Gamagora, yang merupakan kependekan dari Gama Gogo Rancah ini memiliki bergagai keunggulan.

Ketua tim peneliti Taryono mengatakan, Gamagora bisa ditanam di lahan sawah dan non sawah. Selain itu, Gamagora memiliki potensi produksi mencapai 10 ton per hektare. Saat ini Gamagira sedang diuji tanam di berbagai lokasi di seluruh indonesia,

“Padi ini tengah diuji di delapan lokasi pada sawah dan enam lokasi pada tanah tadah hujan. Kegiatan uji multilokasi untuk mendapatkan izin edar dan izin rilis varietas baru dari Kementerian Pertanian,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (21/30/2022).

Anggota peneliti lainnya, Panjisakti Basunada, menambahkab, uji multilokasi juga bertujuan untuk mendapatkan keunggulan padi ini dibanding dengan padi sejenis yang sudah ditanam di Indonesia.

Menurutnya, uji multilokasi dilakukan pada 10 galur garapan di 14 lokasi di sembilan provinsi yang meliputi Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Halmahera Utara.

Dalam uji multi lokasi tersebut Gamagora dibandingkan dengan kultivar yang sudah eksis atau disukai petani dan selama ini dianggap unggul,

“Paling tidak syarat kultivar bisa lulus menyamai penampilan, menyamai karater yang unggul,” katanya.

Meski belum disimpulkan apakah Gamagora bisa mengungguli pembandingnya, namun terdapat keunggulan yang cukup menonjol,

“Ada kemampuan adaptasi dan stabilitas. Siap dirilis nasional jika bagus di semua tempat. Jika hanya satu tempat maka hanya kultivar satu tempat saja,” ujarnya.

Tim peneliti berharap kehadiran Gamagora bisa menjadi alternatif solusi dari penurunan produksi padi di Indonesia saat ini.

Faktor penurunan produksi padi diantaranya akibat perubahan iklim global serta dampak pengalihan fungsi lahan sawah ke non-sawah.

Rektor UGM, Panut Mulyono, M.Eng, mengapresiasi hasil inovasi riset padi Gamagora yang sudah memasuki uji multilokasi. 

Panut berharap padi Gamagora ini selain potensial menghasilkan produksi panen per hektare yang tinggi, namun juga memiliki keunggulan terhadap hama penyakit serta bisa lolos uji varietas dan mendapatkan izin edar, 

“Bibit yang bagus menjadi kebutuhan bagi pertanian kita, produktivitas harus kita tingkatkan per hektarenya” tuturnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.