Edutek  

Dosen PG PAUD UNY  Beri Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Kepada Guru TK di Kasihan Bantul

PG PAUD UNY
Dosen PG PAUD UNY memberikan Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD Kepada Guru TK di Gugus VI Kasihan, Bantul. Foto: doc/ist.

YOGYAKARTA – Dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Yogyakarta (PG PAUD UNY) memberikan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD Tahun 2022, kepada Guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Gugus VI Kapanewon (Kecamatan) Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan, dari bulan April hingga Oktober 2022. Tim Dosen program studi (Prodi) PAUD UNY yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut adalah Ika Budi Maryatun, M.Pd; Dr. Nur Cholimah, M.Pd; Eka Sapti Cahyaningrum, M.M, M. Pd  dan Martha Christianti, M.Pd. Beberapa mahasiswa Prodi PAUD juga turut terlibat dalam kegiatan.

Dr. Nur Cholimah, M.Pd menuturkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program Berkegiatan di Luar Kampus (DKL) yang harus dilakukan tenaga pendidik dari civitas academika UNY.

“Pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk nyata, bahwa para akademisi secara praktis ikut berkontribusi pada praktik-praktik pembelajaran di sekolah sehingga mampu memajukan pendidikan disetiap jenjang,” tuturnya kepada jogjakartanews.com, Selasa (05/07/2022).

Nur Cholimah menjelaskan DKL yang dilaksanakan di Gugus VI Kapanewon Kasihan dilakukan dalam bentuk pelatihan mengembangkan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka khususnya bagi pendidikan anak usia dini yakni para guru TK.

“Tujuan kegiatan ini adalah bahwa agar kurikulum merdeka betul-betul dapat diterapkan di satuan PAUD pada lima sekolah yang ada di Gugus VI Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta,” ungkapnya.

Menurut Nur Cholimah, sekolah-sekolah mitra dalam praktik penerapan kurikulum merdeka dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain TKIT Al-Farabi, TK Sunan Gunung Jati, TK ABA Karangjati, TKIT Insan Utama, dan TK Insan Utama.

Rangkaian kegiatan diawali sosialisasi kurikulum merdeka PAUD yang telah dilaksanakan secara daring melalui zoom pada tanggal 16 April 2022 yang lalu. Pembicara dalam kegiatan ini yaitu Dra. Maretha Wahyuni, M.Pd dari direktorat PAUD Kemdikbud.

Dalam kesempatan tersebut Maretha  memaparkan bentuk-bentuk penerapan kurikulum merdeka dari latar belakang munculnya kurikulum merdeka hingga pada praktik pelaksanaan pembelajaran serta perangkat kurikulum merdeka di PAUD. Kegiatan ini mengawali rangkaian kegiatan pengabdian yang akan dilakukan pada lima bulan kedepan untuk menugaskan setiap sekolah mendiskusikan KOS sekolah dan dipresentasikan pada awal Juli 2022.

Pada Senin 4 Juli 2022 kemarin, kegiatan pengabdian masyarakat tahap 2 dilaksanakan. Pada acara pelatihan tahap kedua ini diselenggarakan “Pembahasan KOS dan Persiapan Pembelajaran di Kelas”.

Dalam kesempatan tersebut, TKIT Al-Farabi dan TK Sunan Gunung Jati berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penyusunan KOS PAUD di sekolahnya masing-masing. Beberapa masukan diberikan oleh keempat dosen PG PAUD UNY. Selain itu, pertemuan kali ini juga menjadi suatu ajang untuk bertukar pikiran dan menyelaraskan persepsi dari akademika PG PAUD UNY dan para guru di lapangan.

“Hasil paparan para guru menunjukkan kesiapan mereka untuk menerapkan kurikulum merdeka di lembaganya masing-masing pada ajaran baru,” ujar Nurcholimah.

Ia menambahkan, kelanjutan pelatihan yang akan dilakukan yaitu proses pendampingan dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah. Dosen-dosen dan mahasiswa PG PAUD UNY akan terjun langsung mengamati proses pelaksanaan pembelajaran di sekolah mitra pada awal ajaran baru yang akan direncanakan pada bulan Agustus 2022.

“Harapan para akademisi, kegiatan ini dapat membantu guru untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah dengan menerapkan kurikulum merdeka pada setiap jenjang pendidikan, serta menjadi wadah bagi para akademisi untuk menggali berbagai kesulitan para praktisi untuk diteliti dan ditelaah agar teori di perguruan tinggi dapat diterapkan secara praktis di lapangan,” pungkas Nur Cholimah. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

 

59 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.