Terkait Penyakit Gagal Ginjal Akut di DIY, Masyarakat diminta Tenang Namun Waspada

gagal ginjal akut
ilustrasi

YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan 13 kasus gagal ginjal yang menyerang anak-anak di DIY.

Di sisi lain, penyakit gagal ginjal akut ditemukan perdana di Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan, sudah ada laporan satu anak yang menderita gagal ginjal akut di Kabupaten Kulonprogo.

Penyakit misterius tersebut menyerang seorang anak usia bawah lima tahun (balita) yang masih berumur 2 tahun 9 bulan.

Sri Budi mengatakan, saat itu pasien dirawat di RSUP dr Sardjito setelah mendapat rujukan dari RSUD Wates.

Adapun, pasien telah pulang dari rumah sakit setelah kondisinya berangsur membaik.

“Kondisi anak sampai saat ini sudah baik,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (25/10/2022).

Menurutnya, Dinkes Kulon Progo  sudah menginstruksikan kepada seluruh fasyankes dan nakes di Kulon Progo untuk sementara waktu tidak memberikan atau meresepkan obat dalam bentuk sirup sampai ada informasi resmi berikutnya. Hal itu, kata dia, sebagai tindaklanjut dari surat resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Termasuk, seluruh Apotek dan toko obat agar tidak menjual obat dalam bentuk sirup” ujarnnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar orang tua tidak memberikan obat dalam bentuk sirup kepada anak yang sedang sakit. Bila diperlukan obat, sementara menggunakan obat dalam bentuk tablet atau lainnya.

Untuk di ketahui, Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun terjadi peningkatan terutama dalam dua bulan terakhir. Menurut data dari kementrian Kesehatan RI, Per tanggal 18 Oktober 2022 sebanyak 189 kasus telah dilaporkan.

Penderita paling banyak didominasi usia 1-5 tahun. Laporan dari kemenkes per tanggal 22 Oktober 2022 sekitar 214 anak mengalami gagal ginjal akut di 22 provinsi. Sekitar 133 di antaranya meninggal dunia.

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebelumnya melaporkan 13 kasus gagal ginjal yang menyerang anak-anak di DIY. Namun, menurut Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie, penderita tidak memiliki riwayat mengkonsumsi obat sirup.

“Tidak, tidak ada info itu,” kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie kepada wartawan, Sabtu (22/10/2022).

Sementara itu, berdasarkan data dari RSUP Dr. Sardjito, 13 kasus gagal ginjal akut terdiri dari 6 anak berasal dari DIY. Dua penderita dari Sedayu dan Piyungan Bantul dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan 7 anak dari luar DIY yakni dari Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

 

 

60 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.