Tugu Jogja Expo Bubar, Pemkot Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Event Serupa di Kawasan Sumbu Filosofis

Tugu Jogja Expo bubar
Para penyewa dan penyelenggara membongkar stand di kawasa Tugu Jogja Expo yang dibubarkan Pemkot Yogyakarta. Foto: Ist

YOGYAKARTA – Seusai ditutup oleh Pemeritah Kota Yogyakarta, stand pedagang maupun tempat hiburan di Kawasan Event Pasar Malam Tugu Jogja Expo (TJE) mulai dibongkar. Pembongkaran stand dilakukan secara mandiri oleh para penyewa dan penyelenggara sejak Senin (20/12/2022) sore hingga malam hari.

Sebelumnya TJE sudah mulai dibuka sejak 8 Desember 2022 dan dijadwalkan hingga 8 Januari 2023 mendatang, meski tanpa izin dari Pemkot Yogyakarta. Setelah menuai polemik, akhirnya pada Jumat (16/12/2022) lalu, petugas gabungan Satpol PP, Kepolisian dibantu TNI resmi menutup event JTE yang berlokasi di Kawasan sumbu filosofis, Jalan Mangkubumi tepatnya di lahan kosong sebelah selatan cagar budaya Hotel Tugu.

“Semuanya (kegiatan TJE) ditutup, karena tidak ada izin dari Pemda DIY,” tegasnya.

Meski dalam operasi penutupan tidak dilakukan pembongkaran paksa stand, namun sesuai kesepakatan dengan penyelenggara, stand akan dibongkar secara mandiri.

Menurutnya, pasca penutupan TJE, Pemkot Yogyakarta memastikan tidak akan ada lagi kegiatan berskala besar semacam Tugu Jogja Expo sampai dengan akhir tahun, terlebih di kawasan Sumbu Filosofi.

Sumadi menegaskan, sumbu filosofi saat ini tengah dalam penilaian oleh UNESCO, sebagai bagian dari warisan budaya. Oleh karenanya, kata dia, penyelenggaraan kegiatan dan event di seputaran Malioboro akan lebih selektif lagi ke depan.

Namun demikian, pihaknya akan mempertimbangkan izin kegiatan di luar sumbu filosofi, meski menggunakan brand Malioboro.

“Tapi di sayap-sayapnya, jangan di tengah karena sekarang kan masih dalam tahap penilaian UNESCO,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Tugu Jogja Expo (TJE) Widihasto Wasana Putra mengatakan, sejak disegel tidak lagi ada penyelenggaraan event Tugu Jogja Expo di lokasi setempat yang ditandai dengan dicopotnya umbul-umbul, gerbang, posko sekretariat dan penghentian wahana mainan dan panggung hiburan.

“Kalau masih ada aktivitas di lokasi itu kami hanya melakukan kegiatan yang merupakan hak setiap warga negara melakukan usaha ekonomi di lahan kami sendiri,” katanya. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

59 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *