SLEMAN – Mengisi momen libur nasional (LINAS), warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Sidoarum, Godean, Sleman kembali menggelar kegiatan pengajian. Pada Kamis (16/1), Pimpinan Ranting Muhammadiyah atau PRM dan Pimpinan Ranting Aisyiyah atau PRA Sidoarum menyelenggarakan pengajian bertema “Hikmah Isra’ Mi’raj untuk Hidup Kekinian”, bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Pengajian dihadiri Ketua PRM Sidoarum Miftahul Haq, S.H.I., M.S.I., Ketua PRA Sidoarum Ana Rusmiyati Triwima, S.Ag., jajaran pengurus, serta ratusan jamaah.
“Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin PRM dan PRA Sidoarum setiap kali libur nasional, sebagai upaya menghidupkan hari libur dengan aktivitas keagamaan yang mencerahkan sekaligus mempererat silaturahmi jamaah,” ungkap Miftahul Haq.
Dalam sambutannya, Ketua PRM menekankan pentingnya mengambil pelajaran utama dari peristiwa Isra’ Mi’raj, yakni menegakkan salat sebagai fondasi kehidupan beriman.
Selain itu, Miftahul Haq juga mengajak seluruh jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk kembali berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan proyek unggulan Griya Syiar Muhammadiyah Aisyiyah (GSMA) yang tengah dikembangkan sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat.

Pengajian ini menghadirkan narasumber KH. Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I., pakar Sirah Nabawiyah dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, yang diundang secara khusus oleh Ketua Bidang Tabligh dan Tarjih, Prof. Dr. Rika Astari, M.A. Dalam ceramahnya, Kiai Rifan memaparkan penjelasan ilmiah mengenai kebenaran peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut memiliki landasan kuat dalam hadis-hadis sahih, sebagaimana tercantum dalam kitab ar-Rahiq al-Makhtum, yang menjadi salah satu rujukan penting dalam kajian sejarah kenabian.
“Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual, tetapi juga sarat pesan teologis dan sosial bagi umat Islam,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kiai Rifan mengingatkan bahwa syariat salat yang dibawa Nabi Muhammad SAW telah diringankan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya. Menunaikan salat bukan hanya wujud syukur kepada Sang Pencipta, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, baik dalam kehidupan spiritual maupun bermasyarakat.
Di akhir tausiyah, Kiai Rifan berpesan agar pengajian LINAS yang telah berjalan secara rutin ini dapat terus istikamah dan semakin meningkatkan jumlah jamaah. Pengajian kali ini dihadiri sekitar 200 jamaah, yang didominasi kaum perempuan.
Seperti pelaksanaan sebelumnya, kegiatan pengajian berlangsung di kompleks TK/KB Bunda Aisyiyah Cokrobedog, Sidoarum, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme. (pr/kt1)
Redaktur: Faisal














