News  

SMP Negeri 2 Karangjambu Gelar Shalat Istisqa, Sekaligus Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Siswa dan guru SMPN 2 Karangjambu berdoa memohon hujan sekaligus patungan membeli air bersih untuk warga terdampak kekeringan. (Foto: Tar)

PURBALINGGA — Kekeringan yang berkepanjangan tak hanya menyisakan persoalan kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Hal itu dilakukan keluarga besar SMP Negeri 2 Karangjambu, Purbalingga, melalui Shalat Istisqa dan donasi air bersih.

Kegiatan tersebut digelar Senin (28/9/2026) dan diikuti seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan SMPN 2 Karangjambu. Shalat Istisqa dilaksanakan di lapangan sekolah sebagai ikhtiar sekaligus doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

Kepala SMPN 2 Karangjambu, Denny Leksmana, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga wujud kepedulian sekolah terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih.

“Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Istisqa berjamaah di lapangan sekolah. Dengan penuh kekhusyukan, kita semua berdoa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang berkah,” kata Denny.

Menurut dia, Shalat Istisqa mengajarkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama ketika menghadapi kesulitan. Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga menjadi pengingat untuk tidak mengabaikan masyarakat di sekitar yang membutuhkan bantuan.

“Melalui kegiatan ini, kita diajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan hanya saat senang, tetapi juga saat menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Usai shalat dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan donasi air bersih. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

“Seluruh siswa dan bapak ibu guru karyawan secara bersama-sama menyumbangkan sebagian rezekinya secara sukarela dan ikhlas untuk membeli air yang lalu diperuntukkan kepada warga sekitar sekolahan yang terdampak kekeringan,” tutur Denny.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli air bersih yang disalurkan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah, terutama mereka yang membutuhkan akibat musim kemarau berkepanjangan.

Denny mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk sederhana dari semangat berbagi yang diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah.

“Meskipun tampak sederhana, semangat berbagi ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama saudara yang sedang tertimpa musibah kekeringan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi pembelajaran bagi para siswa mengenai pentingnya keimanan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

“Semoga kegiatan ini senantiasa menambah keimanan kita kepada Allah SWT serta membantu meringankan beban saudara kita yang terdampak kekeringan,” kata Denny.(tar)

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com