Rabu, 20/11/2013 15:22 WIB | Dibaca: 912 kali

Wujudkan Pendidikan Murah, Demokratis, dan Ilmiah


Massa aksi saat berunjuk rasa di depan kantor Disdikpora Yogyakarta.

YOGYAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) berunjuk rasa di depan kantor Disdikpora Yogyakarta. Mereka menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan tanpa syarat.
Korlap Aksi, Arsad mengatakan, mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sekarang ini dapat menyengsarakan masyarakat umum. Pendidikan merupakan salah satu sektor cukup penting kedudukannya dalam menopang kemajuan berbangsa dan bernegara.
"Pendidikan di hari ini masih mahal, dana BOS untuk sampai saat ini belum diterima oleh siswa yang tidak mampu," ungkapnya saat berorasi, Rabu (20/11/2013).
Arsad juga menilai, praktik kapitalisasi pendidikan sekarang ini cukup tinggi. Kapitalisasi itu ditunjukkan dengan adanya mekanisme pasar dan erat sekali hubungannya dengan dunia industri.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora, Irawati saat menemui para mahasiswa aksi menyambut baik semua aspirasinya dan berjanji akan menyampaikan pada Kepala Dinas Disdikpora.
Irawati mengatakan, pembangunan di bidang pendidikan gratis sudah mulai diupayakan namun semua itu butuh proses. "Sedangkan dari Pemda sudah berupaya memberikan beasiswa untuk siswanya. . Saat ini 18% dari mahasiswa kurang mampu yang dibantu," tambahnya. (ynr)
Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga