Sabtu, 21/12/2013 12:12 WIB | Dibaca: 5271 kali

Wow! Jarum Suntik Selebar Jari Kelingking?


foto:istimewa/jogjakartanews.com

PENGOBATAN menggunakan alat jarum suntik (injeksi) sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Ijeksi waktu itu dikenal sebagai cara untuk memasukkan obat pada kasus gigitan ular atau terkena senjata beracun, dengan sejenis logam.


Akan tetapi, prosedur penyuntikan pertama kali baru tercatat pada tahun 900 sebelum masehi. Itu dilakukan oleh ahli bedah Mesir bernama Ammar ibn Ali al-Mawsili. Ia menggunakan alat tipis berlubang dengan suction selebar jari kelingking anak-anak, untuk mengambil katarak dari mata seorang pasien. Saat itu, jarum suntik hanya digunakan untuk mengambil objek atau cairan, bukan untuk memasukkan obat.


Pada tahun 1650, Blaise Pascal menemukan konsep jarum suntik dengan menerapkan hukum pascal. Pada tahun 1656, Christopher Wren mencoba menyuntik anjing dengan suntikan berisi opium dan zat-zat lain.


Untuk memasukkan obat, Wren melakukan insisi (sejenis obat bius) terlebih dahulu pada kulit. Sebab, suntikan saat itu akan menimbulkan rasa sakit pada pasien, karena belum menggunakan jarum suntik hipodermik. Nah, baru sekitar 100 tahun kemudian, ujung suntikan dipasangi jarum untuk mempermudah penyuntikan. Terlebih setelah dikembangkan jarum hipodermik yang digunakan hingga saat ini, pasien tak begitu merasakan sakit saat disuntik. Kita yang hidup di zaman sekarang masih beruntung bukan? (tia)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga