Selasa, 11/03/2014 14:25 WIB | Dibaca: 1927 kali

Agus Bunuh Diri di Depan Mata Kedua Temannya


Kasi Humas Polsek Kalasan, Sarkowi, menunjukkan barang-barang milik korban. Foto: A Mustaqim

SLEMAN - Sebelum diketahui meninggal tenggelam di dalam sungai, Agus Suparyanto (17) warga Manisrengga RT/RW 03/39, Maguwoharjo, Depok, Sleman, menunjukkan gelakat aneh kepada teman-temannya.

Keanehan sikap korban dirasakan kedua yemannya Lanjar Wasito dan Wahyu Pamungkas. Ketika korban menemui keduanya di tempat kerjanya, Senin (10/3/1014) pukul 17.00, lalu, Agus menampakkan raut muka sedih, susah, bercampur campur emosi.

"Ketika ditanya kenapa, anaknya menjawab, ‘Tidak ada apa-apa," kata Lanjar menceritakan kepada polisi yang meminta keterangan, sebagaimana dalam berkas pemeriksaan tertanggal 10 Maret 2014 pukul 23.00.

Setelah ngobrol beberapa saat, Agus pergi sekitar pukul 19.00. Selang beberapa waktu, Lanjar dan Wahyu bergegas pergi untuk membeli makan. Makanan belum selesai beli, mendadak HP Lanjar berbunyi tanda ada SMS masuk. SMS tersebut dari Agus yang intinya berbunyi,

"Kalau kalian masih ingin melihat saya hidup, datang ke tempatku. Jika tidak, maka kalian akan melihat saya mengapung," begitu bunyi SMS yang dikirimkan Agus.

Membaca SMS tersebut, Lanjar dan Wahyu berbegas menemui Agus di pinggir Kali Kuning. Sekitar pukul 20.00, mereka bertiga bertemu. Berjarak sekitar 10 meter, Agus langsung melempar HP berdekatan dengan tas yang berisi barang bawaannya, termasuk jaket beserta buku-buku pelajaran, dan menceburkan diri ke Kali Kuning.

Lanjar dan Wahyu pun tersentak berusaha menolong Agus dengan menceburkan diri ke dalam Kali Kuning. Namun, nahas agus tidak bisa ditemukan oleh temannya. Hingga akhirnya, Selasa (11/3/2014) pukul 01.30 dini hari, Agus ditemukan di DAM Grogol, Desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, oleh Muspika Kecamatan Kalasan, Tim SAR Kalasan, beserta warga setempat.

Kasi Humas Polsek Kalasan. Sarkowi menuturkan, sepertinya korban imannya tidak kuat sehingga nekat melakukan bunuh diri. Dia berharap orang tua yang memiliki putra-putri remaja agar lebih melakukan pembinaan dengan meningkatkan keimanan.

"Sangat disayangkan. Masa depannya sebenarnya masih panjang," ungkapnya. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga