Minggu, 30/03/2014 09:45 WIB | Dibaca: 3200 kali

GKR Pembayun : Budaya dan Agama Jangan Dicampur Aduk


GKR Pembayun saat ditemui wartawan. Foto/aditya

GUNUNGKIDUL - Menjadi masyarakat Yogyakarta tidak boleh meninggalkan akar kebudayaan. Supaya tidak terjadi salah pemahaman, budaya dan agama jangan dicampur aduk.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun mengungkapkan, Yogyakarta merupakan provinsi yang melahirkan negara Indonesia. Karena tanpa Yogyakarta tidak akan ada Indonesia.
"Melestarikan budaya merupakan tanggungjawab generasi muda. Meski Jogja tapi gaungnya sudah mendunia," ungkapnya kemarin usai melantik 30 anggota Forum Keistimewaan untuk Kesejahteraan (FKK) di Desa Jelok, Patuk.

Pembayun menambahkan, masyarakat juga jangan mencampur adukan budaya dengan agama, diantaranya merti desa, rasulan dan lainnya. Sebab, budaya merupakan hubungan kita dengan sesama atau masyarakat.

"Sementara kalau agama sifatnya pribadi antara kita dengan Tuhan," ungkapnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 



Terpopuler


Baca Juga