Selasa, 22/04/2014 18:35 WIB | Dibaca: 1206 kali

Dari Seni untuk Selamatkan Bumi


Massa aksi mengelilingi gunungan yang dibuat dari kumpulan sampah. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Puluhan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Seni Pecinta Alam (Sasenitala) mengadakan aksi memperingati Hari Bumi di Nol Kilometer, Selasa (22/4/14) sore. Aksi yang mereka lakukan menjadi perhatian para pengguna jalan.

Dalam aksinya, mereka mengenakan atribut yang "unik". Dari membawa gunungan sampah yang dikumpulkan sedari 3 bulan lalu, mengecat tubuh dengan cat warna-warni, mengenakan "pakaian" dari karung dan plastik, berteatrikal, hingga membagi-bagikan 150 pohon mahoni kepada pengguna jalan.

Menurut koordinator aksi, Pius Satria mengatakan, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih rendah. Di Yogyakarta, kata Pius, kesadaran membuang dan mengolah sampah rumah tangga belum tepat penanganannya.

"Mengingatkan warga lebih mengurangi sampah, termasuk sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga menjadi salah satu penyebab banjir," ujar Pius di sela-sela aksi, Selasa (22/4/14) sore.

Aksi yang berlangsung kurang-lebih dua jam tersebut, dimulai dari Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan berakhir di titik nol kilometer. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga