Selasa, 29/04/2014 12:02 WIB | Dibaca: 1175 kali

Perjamuan Makan-makan Anggota Dewan, Dinilai Hamburkan Uang Rakyat


doc.istimewa

YOGYAKARTA - Anggaran sebesar Rp 400 - 500 juta hanya untuk jamuan makan pelantikan bagi anggota DPRD Kota Yogyakarta periode tahun 2014 - 2019 mendatang, dinilai berbagai kalangan sebagai pemborosan dan cenderung menghambur-hamburkan uang rakyat. Seperti dilansir oleh Tempo.co menyebutkan bahwa anggaran jamuan makan untuk pelantikan anggota dewan terpilih di DPRD Kota Yogyakarta yakni sebesar Rp 400 - 500 juta.

Aggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan pusat Muhammadiyah, Hempri Suyatna menilai, anggaran sebesar itu merupakan pemborosan. " Pemerintah cenderung menghambur-hamburkan uang rakyat, pemborosan dan tidak efisien," kata Hempri kepada Jogjakartanews.com, Selasa (29/4/2014).

Hempri pun menuturkan bahwa anggota dewan yang terpilih jangan terjebak ke acara-acara seremonial yang mengabaikan kepentingan rakyat. " Di awal saja sudah tidak memperlihatkan kepedulian rakyat, apalagi kalau mereka sudah jadi," tuturnya.

Lebih lanjut Hempri mengatakan seharusnya acara pelantikan anggota DPRD Kota Yogyakarta bisa dikemas sederhana karena menunjukkan empati. "Bisa dibuat sederhana dengan menampilkan produk-produk lokal, seperti angkringan dan makanan khas lokal Yogyakarta. Ini juga wujud komitmen dan keberpihakan anggota dewan terpilih terhadap penguatan potensi lokal," tambah Hempri yang juga aktivis jenderal sudirman center itu.

Terpisah, penggiat dari LSM Institute for Development Analysis (IDEA) Yogyakarta, Wasingatu Zakiyah berpendapat mustinya dana Rp500 juta itu bisa digunakan untuk mengundang seluruh warga Kota Yogyakarta dari berbagai kelas. "Mungkin perlu dipikirkan untuk tidak melakukan pelantikan di kantor dewan kalo sempit," kata Zaki kepada Jogjakartanews.com.

Lebih lanjut Zaki mengusulkan pelantikan anggota dewan terpilih dilantik di stadion. "Di mana seluruh rakyat bisa hadir dan benar-benar menyaksikan para wakilnya dilantik sehingga apabila ada persoalan kebijakan di kota, bisa dialamatkan pada representasi mereka di parlemen," kata Direktur IDEA Yogyakarta, itu. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga