Minggu, 01/06/2014 11:50 WIB | Dibaca: 2038 kali

Pemuda Tersungkur di Trotoar, Diduga Dianiaya Geng Motor


Korban penganiayaan tampak kesakitan. Foto: Atan

YOGYAKARTA - Seorang pemuda menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal, Minggu (01/06/2014) dini hari di perempatan kawasan Badran, Jetis, Yogyakarta. Korban Marno (27) warga Sedayu, Bantul. Diduga pelaku adalah kelompok geng motor.

Menurut korban, sebelum kejadian, dia baru pulang kerja malam, lalu mampir ke tempat temannya di Badran. Sekitar pukul 02.30 dini hari korban pulang dengan mengendarai sepeda motornya. Sesampainya di lampu merah perempatan Badran, tiba-tiba datang sekelompok oranng berkendara sepeda motor, dan salah satunya menabrak dari belakang, hingga korban dan sepeda motornya jatuh ke trotoar. Pelaku menggunakan sepeda motor dengan plat nomor polisi dibelakang berhuruf "KJ"

"Saat jatuh saya malah dipukuli, Jumlahnya sekitar enam orang mas," ungkapnya kepada jogjakartanews.com, sesaat setelah kejadian.

Korban kemudian teriak minta tolong. Kebetulan saat itu ada anggota relawan penanganan bencana Pare Anom melintas dan beberapa warga juga ada yang masih terjaga. Melihat orang berdatangan para pelaku kabur dengan boncengan sepeda motornya mengarah ke Utara.

Anggota relawan Pare Anom, Hartanto yang turut menolong korban mengatakan, saat itu sekitar Pukul 02.45 dirinya baru pulang dari pos Pare Anom. Saat melintas di tempat kejadian mendengar teriakan orang minta tolong, kemudian melihat dua wanita dan beberapa warga sekitar tempat kejadian ke luar rumah.

"Saya lihat ada motor tergeletak dan orang duduk di trotoar," kata Hartanto.

Kemudian Hartanto melaporkan kejadian tersebut ke Frekwensi Pare Anom. Beberapa saat kemudian beberapa relawan Pareanom beserta Komandan Rescue datang.

"Kami sebagai relawan hanya menolong secara sosial kemanusiaan, jadi kami sarankan ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kesehatan, karena katanya luka-luka di sekujur tubuhnya akibat dikeroyok meski tidak tampak ada yang berdarah. Namun korban mengatakn akan memerikansakan sendiri dan menolak kita antar , jadi kami terus membubarkan diri," ungkapnya. (yud)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga