Selasa, 03/06/2014 18:49 WIB | Dibaca: 1703 kali

Kasus Dugaan Penipuan Rp 2,1 M, Tiga Tahun Menggantung di Polda DIY


Kasdi saat mengadu di kantor JPW. Foto/Baharuddin.

YOGYAKARTA - Lagi, kinerja aparat kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sorotan publik. Kali ini bukan berbagai kasus intoleransi yang masih menjadi sorotan, melainkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh mantan anggota DPRD DIY, Setyo Wibowo alias Bowo Gaplek.

Tak tanggung-tanggung, uang yang diduga digelapkan oleh Bowo Gaplek yakni Rp 2,1 miliar. Uang sebanyak itu berasal dari dana kumpulan para guru tingkat Sekolah Dasar yang menjadi anggota Koperasi Pegawai Negeri di kabupaten Gunungkidul, DIY.

Kasdi, pada saat melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polda DIY sekitar tahun 2011, masih menjabat sebagai manajer koperasi "BANGUN" mengaku, masih punya tanggungjawab atas uang sebanyak itu (Rp 2,1 M-red) karena uang tersebut milik guru-guru SD yang menjadi anggota di koperasi tersebut.
"Sudah 3 tahun kasus ini kami laporkan ke Polda DIY, tapi sampai sekarang tidak ada perkembangannya," ujar Kasdi saat melaporkan kasus ini ke Kantor Jogja Police Watch (JPW), jalan Jenggotan, Bumijo, Jetis, Yogyakarta, hari ini Selasa (3/6/2014).

Kasdi pun menerangkan, Setyo Wibowo sebagai peminjam bukanlah termasuk anggota, namun dia itu hanya tetangga dekat dengan bendahara yang ada di koperasi. "Pada awal peminjaman itu lancar-lancar saja tapi lama kelamaan macet hingga sekarang belum dilunasi semua. Bowo, baru mengangsur sebesar Rp 50 juta, itu pun dua kali dari total Rp 2,1 miliar," sambungnya.
"Kami minta adanya keadilan dari pihak aparat kepolisian yakni dengan melanjutkan laporan kami serta uang yang dipinjam itu segera dikembalikan," pintanya.

Menanggapi adanya aduan tersebut, Ketua Jogja Police Watch (JPW), Asril Sutan Marajo yang didampingi oleh anggota JPW, Kusno S Utomo, berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan mengirimkan surat ke Polda DIY.

"JPW akan segera menyurati pihak Polda DIY untuk meminta klarifikasi atas kasus ini, mengingat kasus ini sudah cukup lama yakni sudah 3 tahun tapi belum ada perkembangannya," ujar Kusno. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga