Rabu, 04/06/2014 11:53 WIB | Dibaca: 870 kali

Uskup Fokus Tangani Korban Kekerasan dan Pengrusakan Gereja


Uskup Johannes ditemani Sultan menyampaikan keprihatinannya. Foto/Azwar

YOGYAKARTA - Keuskupan Semarang menyarankan kepada wilayah Paroki Benteng untuk fokus menangani korban kekerasan dan pengrusakan tempat ibadah. Pasalnya, kondisi korban masih terbilang kritis.

Uskup Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta mengatakan, kondisi korban kekerasan dan pengrusakan gereja masih memprihatinkan. Menurut keterangan Uskup, salah satu korban yakni Julius Felicius masih terbaring lemah di rumah sakit dan harus menjalani operasi patah tulang.

Uskup juga mengimbau penanganan korban meliputi pembinaan mental. Beberapa korban yang di antaranya anak kecil masih mengalami trauma mendalam. "Bahkan untuk keluar rumah saja mereka belum berani," ujarnya, Rabu (4/6/2014) di Kepatihan.

Di hadapan Sultan, Uskup juga meminta ketegasan Pemerintah DIY khususnya aparat untuk menindak tegas pelaku pengrusakan. DIY yang kata Uskup, menyandang daerah pluralisme di Indonesia. "Saya khawatir hal-hal seperti ini akan menciderai budaya toleransi di DIY yang sudah mengakar," pungkasnya. (war)

Redaktur: Rudi F


 



Terpopuler


Baca Juga