Mahasiswa Peduli Demokrasi Kecam Premanisme Terhadap Pers dalam Pilpres


Massa Koalisi Mahasiswa Peduli Demokrasi Yogyakarta aksi tolak premanisme dalam Pilpres. Foto: Bahar

YOGYAKARTA - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Demokrasi Yogyakarta (KMPDY) menggelar aksi damai di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Jumat (04/07/2014) siang.

Mereka mengecam adanya aksi premanisme yang dilakukan oknum pendukung pasangan Capres-Cawapres, termasuk kepada jurnalis atau awak media massa.

Menurut Koordiantor Umum Aksi, Tommy Safarsyah, Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) yang dikenal sebagai wilayah yang kondusif telah dicoreng oleh ketidakdewasaan dari beberapa masyarakat Yogyakarta dalam menanggapi isu atau wacana dari antar lawan politik yang terjadi selama proses berkampanye.

Diantaranya, kata dia, adanya kampanye hitam, kampanye negatif, bahkan aksi kekerasan dan intimidasi.

"Kami mendorong kepada Bawaslu dan Kepolisian untuk menindak tegas para pelaku aksi kekerasan agar mampu mewujudkan pemilu yang berjalan semestinya," kata Tommy kepada Jogjakartanews.com disela-sela aksi.

Lebih lanjut, Tommy mengatakan, bentrok anatrsimpatisan selama kampanye di Yogyakarta pun perlu menjadi perhatian Bawaslu dan Kepolisian guna bahan evaluasi.

"Kami mengecam dan menyayangkan sikap serangan dari massa simpatisan calon presiden nomor urut 2 yang melakukan aksi vandalisme pada sebuah kantor TV One Biro Yogyakarta," tegasnya.

Namun di sisi lain, Tommy juga meminta agar media massa tidak berpolitik praktis dan ikut membuat negative campaign (kampanye negatif). Kendati media massa ada yang terlihat mendukung capres-cawapres tertentu, kata dia, biarkan publik yang menilai.

"Jika beritanya tidak berimbang dan menyudutkan pasangan lain yang tidak didukungnya, masyarakat pasti bisa menilai, tak perlu dihukum dengan kekerasan. Dengan sendirinya kalau pers tidak objektif akan ditinggalkan masyarakat. Oleh karena itu kami juga menuntut pers agar tetap netral serta bekerja secara profesional sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku," pungkasnya.

Aksi ini sempat menghambat laju perlintasan kendaraan yang melintas seputar Tugu Yogyakarta. Nampak petugas kepolisian dari Polrestabes Yogyakarta memantau jalannya aksi tersebut. (bhr)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga