Selasa, 02/09/2014 22:17 WIB | Dibaca: 1279 kali

KMP Tak Perlu Dianggap Sebagai Ancaman Pemerintahan Jokowi-JK


doc/istimewa

JAKARTA - Pertemuan sejumlah petinggi Partai Politik (Parpol) Koalisi Merah Putih pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Hatta dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (02/09/2014) pagi, tidak terlalu menimbulkan reaksi dari kalangan relawan dan pendukung presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi).

Meski belum diketahui apa yang dibahas dalam pertemuan dengan presiden sekaligus ketua umum Partai Demokrat tersebut, namun kalangan pendukun Presiden Jokowi menganggapnya sesuatu yang biasa saja dan tidak dinilai sebagai langkah yang akan mengancam stabilitas pemerintahan Jokowi-JK ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Nasional Persaudaraan Himpunan Masyarakat Indonesia (PAHMI) Pro Jokowi-JK, Muhyat AS kepada wartawan di Jakarta, Selasa (02/09/2014). Menurutnya, apapun langkah politik yang akan ditempuh KMP ke depan, dirinya menyakini akan melakukan hal yang terbaik untuk bangsa dan Negara.

“Kita harus berbaik sangka. Proses Pemilu sudah usai, semua, termasuk rekan-rekan di KMP sudah legowo jika Presiden dan Wakil Presiden ke 7 kita adalah Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sekarang saatnya kita saling mendorong untuk meajukan bangsa Indonesia, itu jauh lebih baik,” ungkap Muhyat

Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Jateng-DIY ini menandaskan, Pemilu 2019 mendatang masih ada kesempatan KMP dan parpol lainnya untuk bertarung merebut hati masyarakat. Tentunya, kata dia, mulai sekrang Parpol yang tergabung dalam KMP juga harus menunjukkan sikap yang simpatik.

“Menjadi tidak simpatik jika ke depan asal beda dengan pendukung Presiden atau pendukung pemerintah yang sah. Kalau baik ya haus didukung, kalau ada yang kurang baik ya seharusnya sama-sama diperbaiki, itulah sikap negarawan sejati,” ujarnya.

Dikabarkan sebelumnya, sejumlah elite parpol yang terlihat di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, dan Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi. Selain itu, terlihat pula Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Romahurmuziy kepada wartawan sempat mengatakan, pertemuan itu hanya halal bihalal biasa.

 “Hanya halal bihalal dengan beliau (SBY)” katanya singkat kepada wartawan. (ded/kontributor)

Redaktur: Tarnowo

Berita Terkait

 





Baca Juga