Senin, 26/01/2015 20:26 WIB | Dibaca: 1100 kali

Menko Kemaritiman Beri Kuliah Umum di AAL


Menko Kemaritiman beri kuliah umum di AAL. Foto: doc/AAL

SURABAYA – Sebagai upaya menguatkan pondasi kemaritiman Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. memberikan kuliah umum, kepada 285 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Gedung Maspardi, AAL, Bumimoro, Surabaya, Senin (26/01/2015).                                        

Sebelum kuliah umum oleh Menko Kemaritiman, Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur ICL yang sekaligus menjadi moderator memberi arahan kepada para taruna untuk mengikuti dan menyimak materi kuliah yang disampaikan Menko Kemaritiman dengan baik.

“Karena hal ini penting bagi taruna ke depan agar lebih mengerti dan memahami kondisi kemaritiman Indonesia,” kata Gubernur AAL yang kemudian membacakan curriculum vitae Menko Kemaritiman.

Dalam pembuka kuliahnya, Menko Kemariitiman menjelaskan, sejalan dengan program pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dikatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam kemaritiman dengan dasar komponen kemaritiman yang besar. Diantaranya, kata Menko Kemaritiman, Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, kreatif dan inovatif, dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi serta wawasan budaya bahari yang kuat.

“Saya percaya, yang terbaik dalam membangun kekuatan maritim adalah dengan kekuatan sendiri. Mendayagunakan SDM sendiri, salah satunya dimulai dari sini (Akademi Angkatan Laut) ,” ujar Direktur Sumber daya Perikanan dan Akuakultur Organisasi Pangan Sedunia (FAO) ini.

Dalam menjalankan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menko Kemaritiman menyatakan tekadnya membangun maritim dan menegakkan kedaulatan maritim. Ada lima visi Menko Kemaritiman, yaitu menegakkan kedaulatan maritim, meningkatkan pengelolaan sumberdaya maritim, peningkatan infrastruktur maritim, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maritim, serta membangun budaya maritim.

Menurut alumnus S3 Universitas Lowa Amerika Serikat ini, kebijakan pembangunan selama ini mengabaikan realitas geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Kesadaran fitrah geografis tersebut sebetulnya sudah dimiliki Presiden pertama RI Soekarno yang telah diutarakan dalam isi pidatonya pada tahun 1963.

“Untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai yang merupakan National Building bagi negara Indonesia maka negara dapat menjadi kuat jika dapat menguasai lautan. Untuk menguasai lautan kita harus menguasai armada yang seimbang (sufficient fleet)” katanya mengutip Presiden pertama Soekarno.

Kuliah umum yang disampaikan Menko Kemaritiman ini menarik perhatian para taruna yang saling berebut untuk menyampaikan pertanyaan, sehingga kuliah ini menjadi interaksi yang komunikatif. Bahkan ketika diakhir acara, Menko kemaritiman akan mengajak para taruna untuk berlayar sebagai praktek sekaligus berkunjung ke markas sumber daya perikanan dan akuakultur pangan sedunia (FAO) di Roma, Italia. Usai memberikan kuliah, Menko Kemaritiman makan siang bersama taruna di Rumah Makan (Rukan) Hadiwinarso. (pr/aal)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga