Selasa, 02/06/2015 21:16 WIB | Dibaca: 604 kali

Menjelang Ramdhan, Pemerintah Diminta Tekan Harga Kebutuhan Pokok


doc.

YOGAKARTA - Seperti sudah menjadi tradisi ekonomi di Indonesia, menjelang bulan suci Ramdan hampir semua kebutuhan pokok biasanya perahan-lahan melambung. Tak peduli apakah masih banyak masyarakat masih miskin, harga kebutuhan te ditap naik. Alasannya, tentu sangat simpel dengan logika ekonomi sederhana bahwa semakin banyak permintaan, semakin tinggi harganya.

"Sebenarnya, jika pemerintah punya rencana yang jelas, kenaikan harga tak akan terjadi. Stok menjelang bulan suci Ramadhan mestinya ditingkatkan sehinga meskipun permintaan banyak tapi stok melimpah, maka kenaikan harga tak akan terjadi," pungkas peneliti muda Rezim Watc Yogyakarta, Ubaidillah pada Selasa (02/06/2015).

Menurutnya, di tahun dimana puncak kepemimpinan sudah berganti harusnya hal ini sudah diantisipasi karena sebelum memimpin mereka juga pasti mengetahui, merasakan apa yang menjadi kesalahan dari harga-harga saat menjelang suci Ramdhan. "Mengaca pada tahun lalu, harusnya ini diantisipasi oleh pemerintah. Jangan melulu urusan politik dan pencitraan saja yang diurus. Ini loh yang riil yang dirasakan rakyat harus diurus," paparnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah agar harga-harga kebutuhan pokok tidak semakin melambung. "Kebutuhan yang menyangkut perut orang banyak, masalah pangan ini harus didahulukan. Soal harga sandang yang mahal saat menjelang lebaran itu tak jadi soal," pungkas Ubai. (Ning)

Redaktur: Herman Wahyudi

 


 



Terpopuler


Baca Juga