Danrem 072/Pmk Tegaskan Pagar Batas TNI AD di Ambal Demi Kebaikan Masyarakat


Danrem 072/Pmk tinjau pembangunan pagar TNI AD di Ambal, Kebumen. Foto:doc.Penrem/072

KEBUMEN- Komandan Korem 072/Pamungkas (Danrem 072/Pmk), Brigjen. TNI. Stephanus Tri Mulyono  meninjau pembangunan pagar batas tanah TNI AD di wilayah Ambal Kabupaten Kebumen,Selasa (30/06/15).

Dalam kesempatan tersebut, Danrem menyayangkan tindakan orang tak bertanggung yang merusak dan merobohkan salah satu patok pembatas di Desa Ayam Putih Kecamatan Bulus Pesantren dan beberapa galian pondasi yang siap dibangun ditimbun tanah oleh pelaku. Informasi yang diterima Danrem, kejadian tersebut pada Tanggal 22 Juni 2015 yang lalu.  

“Dari pihak TNI dalam hal ini Dislitbang TNI AD sudah melaporkan kejadian ini kepada kepolosian tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” tuturnya.

Menurut Danrem, pagar tersebut tepatnya berada di atas tanah milik TNI AD di Wilayah Pantai Ambal yang dijadilan untuk latihan menembak senjata berat. Pembangunan pagar yang  melintasi tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Ambal, Kecamatan Mirit, dan Kecamatan Bulus Pesantren tersebut sudah dilaksanakan sejak September tahun 2013 lalu.

Pembangunan pagar sepanjang 23 KM tersebut secara bertahap. Tahap pertama sudah dilaksanakan sepanjang 8 Km. Namun untuk tahap kedua mengalami kendala. Sebagian masyarakat menolak pembangunan pagar dengan alasan karena nantinya tidak bisa bercocok tanam.

Danrem 072/Pamungkas, menegaskan bahwa pembangunan pagar pembatas ini merupakan program TNI AD, di samping untuk mangamankan aset TNI AD, juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Jadi harus dipahami bahwa tujuan pembangunan pagar ini baik. Dengan dipagar, masyarakat akan tahu kalau semisal ada latihan di daerah itu. Kita tinggal pasang tanda latihan di pagar supaya masyarakat tidak keluar masuk area latihan, sehingga masyarakat juga aman," ungkap Danrem di sela-sela tinjauan.

Senada dikatakan Kepala penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor. Inf. Munasik. Ia menambahkan, pemagaran aset ini adalah program, jadi meskipun ada kendala tetap akan dilanjutkan.

"Tetapi sesuai arahan Danrem, kami tetap mengedepankan musyawarah bagaimanapun juga ini untuk keamanan dan kenyamanan TNI AD dan Masyarakat," ungkap Mayor.Inf. Munasik. (pr/Penrem/072)

Redaktur: Rudi F





 





Baca Juga