Selasa, 01/09/2015 20:19 WIB | Dibaca: 955 kali

Pengamat: Harga BBM Premium Memang Sudah Semestinya Tidak Naik


ilustrasi. foto: doc/ist

JOGJA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada bulan September 2015 ini masih tetap sama dengan bulan sebelumnya, yaitu 7.300/liter. Tidak adanya kenaikan ini tentu membuat rakyat Indonesia bergembira. Sebab di tengah daya beli rakyat yang menurun akibat ekonomi yang kian krisis, rakyat butuh dukungan pemerintah, setidaknya harga BBM tidak naik lagi.

"BBM ini kan seperti sembako, hampir semua rakyat di Indonesia butuh BBM Premium. Ini juga terkait mobilitas rakyat sehari-sehari dalam mencari mata pencaharian. Tentu kabar ini (tidak naiknya BBM premium) menggembirakan," tegas peneliti muda Youth Movement For Clean and Good Goverment, Herman Wahyudi kepada Jogjakartanews.com, Selasa (01/09/2015) di Yogyakarta.

Ia juga menyatakan sudah seharusnya pemerintah "menanggung sendiri" beban ekonomi yang diakibatkan oleh nilai kurs rupiah terhadap dolar yang saat ini yang mencapai Rp 14.000 per dolar.

"Itu rupiah salah pemerintah, mestinya memang diperbaiki tanpa melibatkan rakyat di dalamnya. Dengan kata lain, tak usah mencari alasan kurs yang sedang anjlok lantas membebankannya kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM salah satunya," tegasnya.

Pernyataan Herman ini seakan menyinggung pernyataan pertamina dimana BBM semestinya sudah naik. Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto bahkan mengatakan seharusnya harga BBM saat ini Rp 7.700 per liter.

"Perhitungan harga jual eceran Premium kalau kita ambil dari satu bulan dari 25 Juli-24 Agustus, MOPS-nya US$ 65,31 per barel dan kurs rata-rata Rp 13.562/US$. Jatuhnya harga eceran Rp 7.700, itu non Jawa-Bali," pungkas Dwi dalam rapat dengan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR, di Ruang Rapat Komisi VII, Senayan, Selasa (01/09/2015). (rud)

Redaktur: Rizal

Berita Terkait

 





Baca Juga