Survey Indobarometer: Kesejahteraan Turun, Publik Kecewa Terhadap Jokowi


ilustrasi. Doc/jogjakartanews.com

JAKARTA  - Kekecewaan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Jokowi-JK), bukan sekadar suara sumbang appa yang disebut haters oleh para pendukungnya. Hal itu terbukti dengan hasil survey Indobarometer.

Dalam keterangan pers kepada wartawan, direktur eksekutif Indobarometer, M. Qodari mengatakan, berdasarkan hasil survey lembanganya didapatkan enam persoalan penting di Indonesia yang menunjukkan lemahnya ekonomi di masa pemerintahan Jokowi JK.

“Tertinggi di bidang ekonomi sebanyak 37.2 persen,” ujarnya dalam launching data survey di Hotel Atlet Century, Senayan Jakarta,  Kamis (08/10/2015)

Dikatakan Qodari, sebanyak 13.3 persen responden mengatakan lapangan pekerjaan. 12.3 persen mengeluhkan, mahalnya kebutuhan pokok (daya beli menurun). 3.7 persen kemiskinan,  dan kurangnya kesejahteraan masyarakat  2.9 persen.

Hal penting yang mengemuka dalam survey Indobarometer adalah mayoritas masyarakat menilai kesejahteraan masyarakat buruk 65.5 persen.

“Kepuasan terhadap kondisi politik, hukum, dan pemberantasan korupsi, ttergolong rendah di bawah 50 persen,” katanya.

Sementara terkait kepercayaan publik terhadap demokrasi sebagai sistem pemerintahan terbaik yang semula cukup tinggi (pada Maret 2015 sebesar 77.3 persen), sekarang turun menjadi 74.9 persen.

Survey yang dilakukan Indobarometer tersebut  menggunakan metode multi stage random sampling, yaitu dengan wawancara langsung dengan responden sekaligus dengan kuesioner.

“Survey dilakukan di 34 provinsi seluruh Indonesia pada 12-22 september 2015, melibatkan  responden sebanayk 1.200 orang, dengan margin eror kurang lebih 3 persen, dan pada tingkat kepercayaan 95 persen,” ungkapnya. (kt3/jkt)

Redaktur: Rizal


 





Baca Juga