Sabtu, 30/07/2016 18:37 WIB | Dibaca: 603 kali

Kolinlamil Fasilitasi Program IBM Maritime Edutainment


Para peserta IBM Maritime Edutainment saat akan menaiki KRI Bintuni 520. Foto: doc.Kolinlamil

JAKARTA -  Kapal – kapal perang milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) kembali memfasilitasi kegiatan sosialisasi tentang Kemaritiman. Kali ini KRI Tanjung Nusanive 973 dan KRI Bintuni yang sedang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Sabtu (30/07/2016) menjadi sasaran kunjungan dan sosialisasi bagi ratusan peserta program IBM Maritime Edutaintment dalam rangka hari anak nasional dan HUT ke-55 Kolinlamil.

Kegiatan yang dipelopori Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak bekerjasama dengan IBM, TNI AL, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Ristek/PPIPTEK dan BNN ini diikuti oleh sekitar 678 peserta termasuk siswa, guru dan para panitia. Para siswa – siswi yang menjadi peserta berasal dari tiga sekolah yang berada di Jakarta, diantaranya SMK Daarul Uluum Al-Islamiyah Jakarta Selatan, SMP Negeri 99 Jakarta Timur dan SMP Islam Terpadu Insan Mubarak Jakarta Barat.

Kolinlamil yang menjadi tuan rumah atau memfasilitasi kegiatan ini, menyambut positif kegiatan ini dan berharap ini menjadi salah satu momentum untuk memberikan pendidikan kemaririman kepada para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya  Panglima Kolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. yang dibacakan Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E. menuturkan Kolinlamil bangga dan senang dijadikan sebagai tempat untuk mendidik para pelajar untuk mengenal dunia kemaritiman dan kebaharian.

Dikatakan Pangkolinlamil, sebagai bangsa yang 2/3 wilayahnya laut tentu kita harus dapat menguasai lautan kita. Seperti yang pernah diungkapkan mantan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang mengatakan bahwa Seluruh rakyat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan dengan kembali menjadi bangsa pelaut dalam arti yang seluas-luasnya. bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa pelaut yang sebenar-benarnya, bukan pembantu-pembantu di kapal. Cakrawati Samudera adalah sebuah bangsa yang mempunyai armada niaga, armada militer, dan bangsa yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan.

"Kegiatan ini akan menjadi pusat rantai dan kedua sebagai kewajiban Angkatan Laut untuk berkontribusi dalam mensosialisasikan kemaritiman. Salah satunya dengan membangun karakter Indonesia yang cinta maritim dan memasukan pelajaran tentang kemaritiman kedalam kurikulum nasional. Dan kedepan kita berharap bagaimana kemaritiman ini menjadi ruang hidup yang kita gali karena esensinya adalah gimana laut menjadi sumber kesejahteraan bangsa," jelas Pangkolinlamil.

Kegiatan diawali menaiki kapal perang KRI Bintuni 520 yang merupakan karya anak bangsa atau dibuat oleh para ahli dalam negeri dalam hal ini PT Daya Radar Utama Lampung. Para awak KRI yang telah siap menerima kunjungan dan pengenalan peserta Maritime Edutainment ini  telah menyiapkan paket kegiatan, mulai dengan pengenalan secara umum tentang tugas TNI AL dan Kolinlamil,  garis besar kapal perang yang dikunjungi, yang meliputi tugas pokok, negara asal pembuat sampai dengan spesifikasi teknis kapal perang  bersangkutan.

Untuk menarik perhatian para siswa-siswi taman kanak-kanak tersebut, mereka mempertontonkan film yang berisi rekaman kegiatan maupun profil yang berkaitan dengan  kegiatan TNI AL dan Kolinlamil. Selain itu kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan tugas-tugas TNI AL sebagai penegak kedaulatan dan hukum di perairan yurisdiksi nasional Indonesia juga tidak ketinggalan dipertontonkan.

Usai  pemutaran dokumentasi, para siswa diajak berkeliling ke seluruh bagian kapal sambil menerima penjelasan dari personel KRI yang bertugas mendampingi   para siswa berkeliling  di kapal perang. Mulai dari melihat berbagai jenis persenjataan, peralatan navigasi, peralatan komunikasi dan kelengkapan alat-alat Search and Rescue (SAR), serta fasilitas akomodasi.

Usai menaiki KRI Bintuni 520, selanjutnya para siswa langsung menuju kapal perang jenis angkut personil KRI Tanjung Nusanive 973 untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dari beberapa institusi yang terkait dengan masalah kemaritiman, Narkoba, kriminalitas dan dampak teknologi internet.

Hadir sebagai pemberi materi Dispotmar Mabes TNI AL dengan tema Pengenalan Indonesia sebagai negara maritim, Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri tentang Stop Kekerasan Pada Anak, Badan Narkotika Nasional (BNN) tentangSay No To Drug dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Internet Safety. (pr/klm)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga