Sabtu, 21/10/2017 20:28 WIB | Dibaca: 1153 kali

Ketua IKAL DIY Beri Pembekalan Geopolitik Mahasiswa FH UAJY


Ketua IKAL DIY, Sigiyanto Harjo Semangun menerima cinderamata dari ketua panitia Pelatihan Kepemimpinan. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA - Dalam konsep tujuan negara Pancasila pada dasarnya semua pemimpin menginginkan rakyatnya sejahtera. Namun masing-masing pemimpin memiliki perspektif berbeda dalam mencapai tujuan tersebut sesuai konteks jaman.

Hal itu diungkap ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugiyanto Harjo Semangun, saat menjadi pembicara dalam Latihan Kepemimpinan Tingkat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FH-UAJY) angkatan 2016 di Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Sleman, Sabtu (21/10/2017) siang.

Menurut Sugiyanto, agar pemimpin bisa mewujudkan kesejahteraan sesuai cita-cita pembangunan nasional, maka harus memahami wawasan kebangsaan.

“Sederhananya, pemimpin yang berwawasan kebangsaan adalah pemimpin yang konsisten mengemban konsensus founding  father, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Hukum harus menjadi Panglima Dalam Penyelenggaraan  Negara. Institusi politik dan ekonomi harus inklusif untuk kesejahteraan bukan ekstraktif dan mengarah pada kehancuran,” tutur alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) PPSA 17 ini.

Dikatakan lulusan Pasca Sarjana Multidisiplin Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) ini, dalam konteks kekinian pemimpin juga harus memahami geopolitik. Menurutnya, letak strategis dan kekayaan alam Indonesia menjadi incaran bangsa-bangsa lain dari segala penjuru dunia hingga saat ini, 

“Indonesia ini kaya akan sumber daya alam, terutama pangan dan energi, sehingga jika seorang pemimpin tidak memahami geopolitik maka sangat rawan akan dieksploitasi bangsa lain,” tandasnya dihadapan peserta pelatihan kepemimpinan bertemakan TRIED : team work, responsibility, integration, educate, discipline.

Alumni SMA N 1 Sleman ini berpesan kepada peserta agar menjadi generasi muda dengan karakter inklusif dan kritis.

“Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang kritis, berwawasan, etis memiliki kebebasan bertindak dan menghargai kebhinekaan,” imbuhnya.

Selama mengikuti pemaparan nara sumber peserta antusias menyimak, demikian juga dalam sesi dialog mahasiswa aktif bertanya seputar geopolitik. 

Salah satu peserta pelatihan, Mario mengatakan, materi yang disampaikan Sugianto adalah pengetahuan baru baginya.

“Geopolitik tidak ada dalam kuliah hukum, jadi dengan diberinya pembekalan oleh Pak Sugianto ini, saya mendapat pengetahuan baru tentang apa itu geopolitik dan pentingnya seorang pemimpin berwawasan kegangsaan dan geopolitik,” katanya terkesan.

Di sisi lain, ketua Panitia, Dipo Farizi mengatakan kegiatan tersebut merupakan program fakultas yang penyelenggraannya diserahkan kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

“Tujuan dari diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk memberi pembekalan mahasiswa angkatan 2016 untuk dapat mempersiapkan diri mengisi jabatan penting dalam organisasi di intra kampus, maupun di luar kampus nantinya,” katanya usai acara

Dipo menambahkan, kegiatan digelar selama 3 hari dua malam, 20-22 Oktober dan diikuti para mahasiswa pilihan dari perwakilan Partai dan Paguyuban Mahasiswa FH UAJY.

“Kegiatan tahunan ini, merupakan follow up dari kegiatan Latihan Dasar Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (LDPKM) yang dilaksanakan setahun yang lalu paska penerimaan mahasiswa baru,” tutup mahasiswa angkatan 2015 ini. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin AS

 


 





Baca Juga