Dari 20 Formasi CPNS UIN Sunan Kalijaga, Satu Untuk Dosen Dakwah Tak Ada Peminat


UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Foto: doc.Khabiburrohman/humas UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA - Panitia seleksi CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI) Tahun 2017 hanya membuka lowongan untuk dosen untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendapat 20 formasi dari total 1000 orang calon dosen. 

Setelah mengumumkan nama-nama yang lulus seleksi administrasi, tahap berikutnya adalah Seleksi Kompetensi Dasar atau Tes Kompetensi Dasar (SKD/TKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT). Dari 71 PTKIN ada 354 pelamar ke UIN Sunan Kalijaga, kemudian 308 peserta dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti TKD di Pusat Teknologi dan Pangkalan Data UIN Sunan Kalijaga, Senin-Selasa (23-24/10) kemarin.

Panitia Lokal UIN Sunan Kalijaga Drs. Kenya Budiani, M.Si menerengkan UIN Sunan Kalijaga memberikan syarat tambahan bagi lulusan cumlaude untuk formasi dosen Hukum Pidana, dosen Sosiologi dan dosen Studi Islam.

“Total ada 20 formasi dari 19 jenis dosen yang dibutuhkan. Hanya ada satu formasi yang tidak ada peminatnya yaitu dosen Dakwah dan Komunikasi”  kata Kenya.

Kenya menyampaikan tahun ini seleksi CPNS untuk SKD/TKD UIN Sunan Kalijaga dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya dilaksanakan bersama dalam satu tempat. Ada 20 peserta yang ikut tes untuk masuk STABN Raden Wijaya.

“Untuk bentuk aplikasi CAT untuk tes SKD/TKD dikirim dan diawasi langsung oleh Badan Kepegawaian Nasional. Sehingga tidak ada manipulasi data atau proses perjokian” ucap Kenya.

Diinformasikan Kenya, hasil tes SKD/TKD CPNS untuk formasi umum Pendidikan S2 dan S3 ada 101 peserta yang nilainya memenuhi standar dan 186 peserta tidak memenuhi standar, dimana nilai tertinggi adalah 401 dan terendah 186. Sedangkan untuk formasi cumlaude Pendidikan S2 dan S3 nilai tertinggi adalah 334 dan nilai terendah 251.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam mengatakan saat ini Kemenag sedang proses transformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan dari IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN). Supaya ada akses pemerataan pendidikan di bidang pendidikan tinggi, pemerintah mempertimbangkan CPNS tahun ini dikhususkan bagi dosen.

"Tentu membutuhkan dosen-dosen yang memiliki basis ilmu-ilmu non keislaman, baik terkait ilmu sosial humaniora, sains, dan teknologi, serta ilmu kedokteran,” tuturnya.

Nur Syam menambahkan, berdasarkan Permenpan Nomor 20 Tahun 2017, formasi CPNS dosen Kementerian Agama dialokasikan untuk putra putri terbaik dengan lulusan nilai cumlaude sebanyak 123 formasi, kedua, penyandang disabilitas 1 orang, ketiga, untuk formasi putra dan putri Papua 1 orang dan formasi umum sebanyak 875 formasi. (kt1)

Redaktur: Ja'faruddin.AS

 


 





Baca Juga