Perempuan Penyandang Difabilitas Yogyakarta Mulai Bergerak Lawan Korupsi


Gubernur DIY menghadiri Training For Trainers 'Gerakan Nasional Perempuan Lawan Korupsi' . Foto: ist

YOGYAKARTA - Central Advokasi Perempuan Difabel dan Anak  (SAPDA)  menyelenggarakan Training For  Trainers 'Gerakan Nasional Perempuan Lawan Korupsi' (TOT-GNPLK) bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel, Rabu (15/11/ 2017).

Direktur SAPDA Nurul Sa’adah Andriani, SH dalam sambutan tertulisnya mengatakan TOT-GNPLK adalah sebuah langkah awal bagi perempuan dengan disabilitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk dapat berkontribusi dalam melawan korupsi yang sangat merugikan masyarakat dan negara.

“Bahwa kasus - kasus korupsi secara langsung  merugikan terhadap perempuan disabilitas, karena berdampak pada  tidak optimalnya  program serta pemberdayaan dan kesejahteraan  bagi perempuan dengan disabilitas,” katanya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengatakan TOT –GNPLK yang diselengarakan  SAPDA penting untuk dilakukan dan dikembangkan di lingkungan  penyandang disabilitas yang selama ini digolongkan kaum marjinal dan paling rentan.

“Secara umum, korupsi mengkikis  kemampuan institusi pemerintah karena pengambilan prosedur  pengurasan sumber daya yang berdampak  memperlambat pembangunan  karena  menimbulakn ketidak efisienan,” tutur Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, korupsi juga mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Perempuan sebagai sentral  dalam memberikan pendidikan moral  kepada anak-anaknya memberikan kesempatan  untuk  pencegahan korupsi sejak dini.

“Hasil inilah yang menjadi dasar untuk melahirkan gerakan saya perempuan anti korupsi.Kegiatan ini sangat positif,” imbuhnya.

Acara ini dihadiri oleh Dirjen Rehsos Marjuki, Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dofiri, Perwakilan Ketua KPK, Pengurus dan anggota Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dan Australia Indonesia Partner in justice (AIPJ) serta dihadiri oleh 40 peserta penyandang disabilitas. (kt1)

Redaktur Rudi F

 


 



Terpopuler


Baca Juga