Kamis, 16/11/2017 20:37 WIB | Dibaca: 489 kali

Jokowi Minta KHDTK Bisa Jawab Persoalan Kemiskinan


Mensesneg menanam pohon Nagasari sesaat sebelum peluncuran KHDTK Getas-Ngandong di kampus Kehutanan UGM. Foto: ist

YOGYAKARTA - Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas-Ngandong resmi diluncurkan Kamis (16/11/2017) di Joglo Inovasi Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Peluncuran kawasan yang merupakan area pengembangan pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan hutan bagi sivitas akademika UGM tersebut  dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., mewakili Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut Pratikno menyampaikan pesan Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi berharap pengelolaan kawasan hutan Getas-Ngandong bukan hanya sebatas pada konservasi dan pendidikan saja, namun diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan kemiskinan, pengangguran, serta ketimpangan.

“Dalam setiap kesempatan Pak Jokowi selalu mengungkapkan kegelisahan akan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan Getas-Ngandong ini diharapkan bukan hanya soal konservasi dan pendidikan, tetapi bisa menjawab persoalan-persoalan tadi” ungkap mantan Rektor UGM ini.

Sementara Wakil Rektor Bidang Pendidkan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Ag., menyebutkan mandat yang diberikan oleh pemerintah kepada Fakultas Kehutanan UGM untuk mengelola kawasan hutan Getas-Ngandong sebagai model pengelolaan hutan menjadi sebuah momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik.

“Melalui pengelolaan kawasan hutan ini Fakultas kehutanan diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang kehutanan,” katanya.

Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Budiadi, menyebutkan hutan Getas-Ngandong yang memiliki luas sekitar 10.901 hektar ini diberikan pemerintah untuk dikelola Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 2016 silam.

“Diserahkan kepada UGM sebagai wahana bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk kegiatan pendidikan, penelitian, praktik lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelum peluncuran KHDTK Getas-Ngandong, Mensesneg juga melakukan penanaman pohon Nagasari atau Dewandaru (Mesua ferrea)  di kampus Kehutanan UGM. Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Pendidkan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM serta Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan  Komitmen Bersama Penyelamatan Ekosistem Pulau Jawa Melalui Implementasi Kehutanan Sosial di Hutan Pendidikan UGM Getas-Ngandong. Penandatanganan komitmen bersama dilakukan oleh Mensesneg, Wakil Rektor Bidang Pendidkan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Ag., Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc., Kepala Desa dan Lembaga Masyarakat Desa (LMHD) di sekitar kawasan hutan Getas-Ngandong. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga