Senin, 18/12/2017 12:02 WIB | Dibaca: 696 kali

Pengda Perpatri DKI, Banten dan Jabar Dilantik


Pengurus Pengda Perpatri DKI, Banten, dan Jabar usai dilantik. Foto: Hary

BEKASI – Perkumpulan Terapis Tradisional Indonesia (Perpatri) terus mengembangkan sayap di seluruh Indonesia. Setelah melantik Pengurus Daerah (Pengda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng), giliran Pengda Daerah Khusus Ibu (DKI) Jakarta, Banten, serta Jawa Barat (Jabar) dilantik, Sabtu, (16/17/2017) yang lalu.

Menurut Ketua Umum Perpatri, Tomy M. Arief Aditama, SKG, bersamaan dengan pelantikan tiga pengurus Pengda yang dihelat di Di STMIK Bani Saleh, Bekasi, juga dilantik struktur Pengurus Cabang (Pengcab) di bawahnya.

“Pelantikan Pengda Perpatri Jabar sekaligus melantik Pengcab Bekasi kota, Kabupaten Bekasi, Bandung, Cimahi, Cirebon, Indramayu. Pelantikan Pengda DKI, sekaligus melantik Pengcab Jakarta Selatan, Jakarta Utara. Untuk pelantikan Pengda Banten, sekaligus dilantik Pengcab Tangerang Kota, dan Tangerang Selatan,” tutur Tomy, belum lama ini.

Dikatakan Tomy, kehadiran Perpatri sebagai induk organisasi tingkat nasional disambut antusisme para terapis tradisional spesialis patah tulang dan gangguan urat dan sendi di seluruh  Indonesia. Sejak didirikan di Yogyakarta Pada 9 September 2017, kata Tomy, hingga saat ini Perpatri sudah membentuk 7 Pengda dan 35 Pengcab,

“Dari 7 Pengda, yang belum dilantik Penngda Kepri (Kepulauan Riau), namun dalam waktu dekat akan kami agendakan. Selain itu sudah ada beberapa rintisan Pengda dan Pengcab di Pulau Sumatera, dan Sulawesi,” kata alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjahmada (UGM) ini.

Tomy menjelaskan, syarat untuk membentuk Pengda dan Pengcab di Perpatri melalui proses verifikasi berjenjang. Untuk mendirikan Pengcab Perpatri, kata dia, harus memiliki setidaknya 100 anggota di wilayah Kabupaten, sedangkan untuk mendirikan Pengda setidaknya sudah terbentuk dua Pengcab,

“Sedangkan untuk syarat menjadi anggota Perpatri sendiri, selain mendaftar formal baik melalui Pengcab, Pengda, atau PP (Pengurus Pusat), juga harus mengikuti pelatihan formal Perpatri,” tutup Tomy.

Dewan Pembina Perpatri, Lesgiono, menambahkan Perpatri didirikan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas terapis tradisional khususnya yang spesialisasinya penanganan patah tulang, gangguan urat, syaraf, dan sendi.

“Perpatri berkomitmen membina terapis yang taat hukum dan siap menjadi mitra pemerintah dalam hal ini Kemenkes. Tujuan utama Perpatri adalah turut mendukung pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan keahlian terapis,” tutur Penemu Star Bio Oil, minyak khusus terapi penyembuhan patah tulang.

“Tentu saja Perpatri juga akan mendorong kesejahteraan anggotanya. Perpatri akan mengupayakan anggota mendapatkan STPT (Surat Tanda Pengobat Tradisional), sehingga dalam berpraktik memiliki legalitas,” pungkas owner CV. Bio Nurchlies.    (rd)

Redaktur: Ja’faruddin AS    


 





Baca Juga