Sabtu, 31/03/2018 20:54 WIB | Dibaca: 345 kali

Sambut Rombongan Obor Paskah, Wali Kota Tegaskan Jogja Kota Toleran


Panitia Obor Paskah Nasional 2018 disambut Wali Kota Yogyakarta. Foto: ist

YOGYAKARTA - Toleransi adalah semangat  masyakarat kota Yogyakarta untuk terus melaksanakan hidup dan kehidupan. Karena toleransi adalah wujud syukur  kepada Tuhan dalam balutan agama apapun.

Hal itu diungkapkan Walikota Yogyakarta H. Haryadi saat menyambut rombongan kirab obor Paskah di gedung Universita Duta Wacana, Jumat (30/03/2018) malam. 

Menurut Haryadi, perdamaian dan kerukunan harus mutlak ada , karena kerukunan dan kedamaian  akan menciptaan produktifitas di masyarakat.   Haryadi menegaskan bahwa Kota Jogja adalah kota yang rukun dan damai serta selalu menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian,  

“Kalau memang ada satu dua (peristiwa intoleransi) mohon dengan segala hormat melalui obor nasional ini tolong disuarakan itu hanya oknum saja. Sampaikan kepada warga masyarakat yang dilewati dan kepada gereja gereja yang dilintasi (obor paskah) bahwa Kota Yogyakarta adalah kota yang terus mengedepankan toleransi sebagai dianamika hidup dan kehidupan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Obor Paskah  Nasional 2018 Shepat Supit mengatakan, melaporkan bahwa kirab obor paskah nasional ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 dan tahun ini merupakan tahun kedua. Obor Paskah Nasional 2018, kata dia, dikirab keliling Indonesia, dengan pesan  perdamaian dan kerukunan yang dibawa. Menurutnya, selama 40 hari Obor Paskah yang bertagline : Peace and Harmony ini dikirab melintasi pulau, propinsi dan kota di Indonesia, diantaranya kota Yogyakarta.  

“Kirab obor Paskah  Nasional 2018 akan melewati 27 kota. Prosesi  kirab obor Paskah 2018 dimulai dari danau Tondano Sulawesi Utara (18/03/2018) dan akan berakhir di danau Toba Sumatera Utara (14042018) tempat dilangsungkan peringatan Paskah Nasional 2018 nanti,” ungkapnya.

Shepat menjelaskan, setiap daerah yang dilewati obor Paskah  disambut antusias oleh gereja dan masyarakat setempat.  

“Hal ini menggambarkan ada satu kerinduan yang sama di bangsa ini yakni rindu untuk hidup damai dan bersatu di dalam NKRI,” ujarnya.

Kirab Obor paskah diselenggarakan untuk memperingati Paskah Nasional 2018 nanti.  Dikatakanya, perayaan Paskah Nasional telah berjalan 13 kali dan tahun 2018 ini adalah kali ke-14.  Puncak perayaan Paskah  tahun ini digelar di kawasan  danau Toba. 

Hal yang membanggakan menurut Shepat adalah ketua panitia peryaan Paskah Nasional  Tahun 2018 diketuai oleh seorang non-Kristen, yaitu Wakil Gubernur Sumatera Utara, Ibu Hj.  Nur Aisah Boru Marpaung. 

“Hal ini menunjukkan bahwa semangat toleransi di Indonesia sangat tinggi,” tambahnya.

Shepat menambahkan, sejak merdeka bangsa ini sudah rukun dan Yogyakarta sebagai pionirnya. Tetapi dalam perjalanan, kata dia, potensi untuk tidak damai itu pasti ada, terlebih jika dilihat sebagai bangsa maritim dan continental,

“Perbedaan Suku bangsa, Pilkada  dan lainnya. Tetapi Tugas kita semua bahwa apa yang pernah dicapai oleh pendiri  bangsa termasuk di dalamnya Sri Sultan HB. perlu kita jaga dan kita rawat bersama sama yaitu bangsa ini harus damai dan rukun,” tegas Shepat.

Sekadar informasi, penerimaan Obor Paskah Nasional 2018 di kompleks UKDW Yogyakarta dimeriahkan dengan tarian, pawai Bregodo perjurit dan paduan suara Pesparawi Yogyakarta.  Hadir  dalam penerimaan obor Paskah  2018 antara lain perwakilan gereja gereja Kristen dan Katholik, FKUB, pejabat Pemda DIY. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

Berita Terkait

 



Terpopuler


Baca Juga