Siapkan Kongres, Boemipoetra Nusantara Indonesia Gelar Seminar di Yogyakarta


ilustrasi. Foto:Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Boemipoetra Nusantara Indonesia, sebuah wadah perjuangan hak-hak masyarakat pribumi Indonesia yang digagas sejumlah tokoh nasional akan menggelar seminar di Yogyakarta, Senin (23/04/2018) besok.

Seminar yang akan dihelat di Hotel Santika Premier Yogyakarta, Jl. Jenderal Soedirman No.19 Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta dan akan dibuka Pukul 08.00 Wib tersebut merupakan agenda Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia Bagian Barat. 

Ketua Panitia Seminar, Muhardi Zainudin mengatakan, gerakan Boemipoetra Nusantara Indonesia diinisiatori oleh Dr. MS.Ka’ban, M.Si (mantan Meteri Kehutanan Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,) dan Dr. M. Dahrin La Ode, M.Si (Dosen Damai dan Resolusi Konflik  di Unhan sekaligus Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies). Menurutnya, seminar bertajuk “Boemipoetra Pendiri NKRI, Boemipoetra Pemilik NKRI dan Boemipoetra Penguasa NKRI” yang diselenggrakan di Yogyakarta merupakan sesi kedua. Sebelumnya acara serupa sudah diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Yang kedua ini kami selenggrakan di Yogyakarta, karena Yogyakarta ini kota istimewa yang penuh sejarah perjuangan priboemi Indonesia. Harapannya dari Yogyakarta ini akan tumbuh semangat priboemi Indonesia untuk kembali bangkit,” ujar Muhardi dalam keterangan pers, Sabtu (21/04/2018).  

Muhardi menjelaskan,  seminar diselenggarakan bertujuan untuk mengungkapkan dan menegaskan kembali atas peran, hak dan kewajiban boemipoetra dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seminar, kata dia, juga bertujuan menyikapi secara kritis dan komprehensif permasalahan yang terjadi saat ini khususnya permasalahan kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin tajam,

“Selain itu sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas bahwa boemipoetra merupakan Pendiri, Pemilik, Penguasa NKRI. Kemudian, mewujudkan kekuasaan boemipoetra Nusantara Indonesia pada setiap dimensi ASTA GATRA nasional,”tukasnya.

Diuraikan Muhardi, tahun 2018 ini kemerdekaan Indonesia memasuki usia yang ke 73 tahun. Namun demikian, kata dia,  masih banyak persoalan-persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua elemen masyarakat, terutama persoalan keadilan dan kesejahteraan yang justru kian jauh dari cita-cita para founding fathers. Ia menilai hal itu tercermin dari penguasaan SDA yang hanya dinikmati oleh segelintir orang, di mana sebanyak 1% orang kaya di Indonesia menguasai 46% kekayaan Indonesia,

“Selain itu, sumber-sumber penghidupan yang strategis seperti energi, pangan, air, tanah dan finance telah dikuasai asing,” tandas Muhardi.

Ditambahkan Muhardi, acara seminar Pra Kongres nantinya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat (ORMAS) di Yogyakarta.

Pembicara dalam seminar, kata dia,  adalah para akademisi, praktisi dan pakar di bidangnya. Antara lain dia menyebutkan, Prof. Dr. Kaelan yang akan berbicara status boemipoetra menurut paradigma ideologi pancasila. Kamudian, imbuh Muhardi, Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA yang akan berbicara status boemipoetra Indonesia pra invasi Belanda dan pasca invasi hingga era reformasi,

“Selain itu ada Prof. Dr. Sobar Sutisna akan berbicara status sospol boemipoetra menurut paradigma penguasaan geografis NKRI. selanjutnya Dr. M. Dahrin La Ode, M.Si akan berbicara mengenai status Boemipoetra menurut paradigma politik NKRI”.

“Pembicara lainnya, praktisi senior, Prof. D. Yusril Ihza Mahendra SH., M.Sc akan berbicara status boemipoetra menurut hukum tata negara Indonesia. Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso akan berbicara status boemipoetra nusantara menurut pertahanan dan keamanan NKRI. Dr. Ichsanuddin Noorsy BSc, SH, M.Si akan memaparkan status boemipoetra menurut pembangunan ekonomi nasional. Sementara Marzuki Alie, S.E, M.M, P.hD akan berbicara kebangkitan ekonomi boemipoetra Indonesia,” pungkas Muhardi Zainudin. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 



Terpopuler


Baca Juga