Filosofi Panjat Pinang Seperti Program TMMD

YOGYAKARTA –  Suasana taman Hijau, Pandeyan, Umbulharjo Yogyakarta begitu meriah, Senin (30/04/2018) dari pagi hingga siang hari.

Kemeriahan itu lantaran ada perlombaan panjat pinang yang biasanya hanya dihelat pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Ratusan pasang mata menyaksikan lomba panjat pinang yang digelar untuk memeriahkan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-101 Kodim 0734/Yogyakarta tersebut.

Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyah S.E.,M.M mengungkapkan dipilihnya lomba panjat pinang karena dalam perlombaan ini mengandung pembelajaran yang sangat realistis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, ada beberapa Gambaran yang dapat dijabarkan untuk memaknai permainan panjat pinang,

“Panjat pinang menggambarkan sikap manusia dalam kehidupan sosial sehari-hari, orang akan menyadari jika bekerja sendiri itu akan terasa berat, dalam Panjat Pinang ini membutuhkan kerjasama Tim, yang menjadi tumpuan dibawah harus kuat. Dalam keadaan lelah sekalipun harus dituntut Bekerjasama dan Gotong-royong bersama Timnya untuk dapat menaklukkan licinnya tiang panjat sehingga Tim berhasil meraih hadiah yang tergantung di atas,” tuturnya.

Sementara itu, koordinator Lomba Panjat Pinang Kapten Inf Surono mengatakan, Lomba Panjat Pinang ini merupakan contoh Perilaku Masyarakat dalam kehidupan sehari-hari agar saling Bekerjasama dan Bergotong-royong,

“Ini seperti kegiatan Program TMMD yang berlangsung di Kampung Gambiran sebagai Wujud Kemanunggalan TNI dengan Masyarakat yang tidak dapat dipisahkan,” tutupnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com