Deklarasi Damai, Masyarakat Papua di Jogja Angkat RM Acun Sebagai Orang Tua


Pelajar dan mahasiswa Papua deklarasi damai untuk Yogyakarta aman, nyaman dan damai di nDalem Notoprajan. Foto: Fafa

YOGYAKARTA – Pelajar dan mahasiswa Papua di Yogyakarta (Jogja) mengangkat  salah satu penghageng (pejabat) Kraton Ngayugyakarta Hadiningrat, RM. Acun Hadiwidjojo (KRT Poerbokusumo) sebagai orang tua kandung sekaligus penasihat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Syawalan Akbar Open House: ‘Syawalan Masyarakat Papua dengan Masyarakat Yogyakarta demi mewujudkan Yogyakarta Adem, Ayem dan Tentrem’, di nDalem Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Jumat (13/07/2018) malam.

Ketua Forum Pemuda dan Pelajar Papua di Yogyakarta, Abraham Alexander mengatakan, alasan mendaulat RM Acun sebagai orang tua kandung, karena Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tersebut merupakan sosok dari kraton Yogyakarta yang selama ini memberikan perhatian dan sangat peduli dengan pelajar dan mahasiswa Papua,

“Belau adalah tokoh yang tepat menjadi orang tua kami di Yogyakarta, karena beliau sangat toleran dan mau memberikan nasihat-nasihat yang baik serta melindungi kami semua pelajar dan mahasiswa dari Papua di Yogyakarta,” ujar Alexander.

Alexander menambahkan, dalam kesempatan Syawalan Akbar, Pelajar dan Mahasiswa Papua Juga secara bersama-sama membacakan  deklarasi damai demi mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang aman, tentram dan damai. 

Ada empat poin pernyataan dalam deklarasi damai tersebut, yaitu, (1) Sanggup patuh pada aturan-aturan yang berlaku untuk umum di DIY, (2) Menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama dan siap menjaga ketertiban, kemanan dan kedamaian di DIY, (3) Siap menjaga dan memelihara tali persaudaraan antara pelajar dan mahasiswa Papua bersama masyarakat DIY, (4) Mengakui KRT Poerbokusumo (RM Acun Hadiwidjojo) sebagai orang tua kandung dan penasihat Pelajar dan Mahasiswa Papua yang berada di DIY.  

Sementara itu, RM Acun menuturkan, Masyarakat Papua di Yogyakarta menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa Papua di Yogyakarta perlu dirangkul agar bersama-sama pelajar dan mahasiswa dari daerah lain serta masyarakat Yogyakarta untuk menjaga kemanan, kenyamanan dan kedamaian DIY,

“Saya mengucapkan terimakasih karena diakui sebagai orang tua kandung dan penasihat warga Papua di Yogyakarta. Bagi saya, semua lemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa Papua perlu kita rangkul untuk bersama-sama menjaga agar Yogyakarta ini tetap Adem, Ayem dan Tentrem,” tutur adik sepupu Sri Sultan HB X ini.

Selain masyarakat Papua, dalam moment Syawalan Akbar, masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Wirasena juga membacakan deklarasi damai, dipimpin Ketua Wirasena, Sigit ‘Ijunk’ Purnomo. Momentum yang tak kalah penting yaitu, dua organisasi radio amatir, yakni Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kota Yogyakarta juga menyatakan bersatu dan siap bersinergi untuk kemajuan Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Syawalan Akbar dan Open House di nDalem Notoprajan merupakan momentum yang bersejarah. Sebab, Menurut Haryadi, syawalan akbar tersebut menyatukan banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa Papua untuk membangun komitmen bersama mewujudkan Kota Yogyakarta yang aman, nyaman dan damai,

“Acara syawalan ini sangat positif karena menyatukan banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa Papua yang merupakan bagian penting dari masyarakat Yogyakarta. Deklarasi damai pelajar dan mahasiswa Papua serta dari Wirasena tentu saja merupakan momen yang sangat penting dan bersejarah demi menjaga agar kota Yogyakarta yang sama-sama kita cintai ini, agar tetap aman, nyaman, dan damai,” tukas Haryadi yang juga ketua DPP RAPI Kota Yogyakarta.

Selain dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai elemen di Yogyakarta dan Papua, Syawalan Akbar di nDalem Notoprajan juga  dihadiri sejumlah tokoh antara lain Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Esti Wijayanti; Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG), Dr. Surono dan Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Bram Pramudia, SE.

Sekadar informasi, acara  Syawalan Akbar Open House di nDalem Notoprajan tersebut didukung oleh Alphabravo Enterprise, Acun Present Promotion & Co, Panggung Exito Jogja, dan FOY. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga