Selasa, 04/12/2018 10:34 WIB | Dibaca: 93 kali

Prajurit dan PNS Kodim Yogyakarta Jalani Tes Urin


Bekerjasama dengan BNN Kota Yogyakarta, Kodim 0734/Yka tes urin prajurit dan PNS di jajarannya. Foto: ist

YOGYAKARTA – Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta, Kodim 0734/Yogyakarta melakukan tes urin mendadak kepada seluruh personel prajurit dan PNS Kodim 0743/Yogyakarta, Senin (03/11/2018).

“Tes urine ini untuk antisipasi mencegah sekaligus menangkal narkoba ke anggota,” tutur Pasi Intel Kodim 0734/Yogyakarta, Lettu Inf Rahmad.

Menurut Rahmad, sejauh ini di Kodim Yogyakarta memang belum pernah ada anggota yang ditemukan terindikasi menggunakan narkoba. Meski begitu, kata dia, bukan berarti tes narkoba dengan sasaran personel tidak rutin digelar,

“Ini sebagai tindakan pengamanan atau jaga-jaga,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan tes urine yang dilakukan mendadak, Rahmad menjelaskan hal itu memang disengaja,

“Untuk pengambilan sample urine ini nantinya akan dilaksanakan setiap bulan dan kalau bisa setiap minggu, agar para anggota yang belum pernah merasakan narkoba jangan mencoba-coba untuk melakukannya,” tegas dia.

Ia menandaskan, kedepannya Kodim Yogyakarta akan terus menggandeng BNN secara kontiniu untuk memberikan pengarahan atau pemahaman tentang bahaya narkoba kepada personel TNI dan PNS di wilayah Kodim Yogyakarta.

Sementara itu Dandim 0734 Letkol Inf Bram Pramudia,S.E, mengatakan dengan dilaksanakan kegiatan tes urine ini, ia berharap ke depan pihaknya dapat mengantisipasi, menghentikan dan menjauhi barang haram tersebut, serta bersyukur dengan terus meningkatkan iman dan taqwa, 

Dikatakan Bram, tes urine kali ini mengacu pada enam parameter, yaitu zat amfetamin, ganja, morfin, benzodiazepin, metamfetamin atau sabu, dan kokain. Jika hasil tes urine prajurit mengandung dari salah satu parameter itu, kata dia, maka diduga mengkonsumsi narkoba.

Namun demikian, dijelaskan Bram, dugaan itu belum bisa dipastikan positif mengkonsumsi karena, harus melalui berbagai tahapan.

“Kalau positif, nanti di tes ulang lagi. Jika hasil tes ulang ternyata masih positif, berarti memang mengkonsumsi narkoba,” pungkas Letkol Bram Pramudia. (kt1)

 Redaktur: Faisal


 





Baca Juga