Sabtu, 12/10/2019 19:58 WIB | Dibaca: 233 kali

Menyongsong UIN Walisongo Menjadi Universitas Riset Berbasis Digital


Alwi Husein Al Habib

Oleh : Alwi Husein Al Habib*

Selama ini, dunia pendidikan memang sudah lama berkenalan dengan sesuatu yang berlumuranan digital, meskipun pada pemanfaatannya hanya terbatas pada layanan administrasi saja. Pandangan tentang kampus digital muncul dengan harapan sistem cyber kampus tidak hanya terbatas pada layanan administrasi saja, melainkan juga merambah pada kemudahan akses materi-materi pembelajaran, literasi media digital, evaluasi pendidikan, akses data akademik, jadwal perkuliahan, evaluasi dan hasil belajar yang dapat diakses setiap saat.

Mahasiswa di era masyarakat cyber ini gemar mengakses situs-situs informasi diinternet. Ibarat kata bagai sayur tanpa garam, mahasiswa tidak bisa ditinggalkan dengan internetisasi apalagi dalam hal pembelajaran mencari sumber informasi, digital book, atau sekedar mencari jawaban presentasi di google. Kebutuhan mahasiswa akan media digital semakin hari semakin menjadi sebuah kebutuhan primer.

Coba bayangkan apabila itu semua menjadi sebuah idealisme baru bagi dunia pendidikan khususnya di UIN Walisongo. Ilmu pengetahuan bagi mahasiswa menjadi sebuah kebutuhan primer. Maka seyogyanya kampus wajib menyediakan segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan akan keilmuan itu. Dan hal yang paling memungkinkan untuk mengontrol kebutuhan seluruh mahasiswa adalah dengan menggunakan media internet.

Sampai saat ini, proses pembentukan kampus digital masih dalam tahap proses mencari bentuk yang paling ideal. Persoalannya pembangunan kampus ideal yang baik sangat di perlukan adanya ketersediaan sarana prasarana dan kualitas Sumber daya manusia (SDM)  yang memadai dan itu memerlukan waktu yang relatif lama.

Di era Digital saat ini, peran teknologi internet dirasakan makin penting karena memberikan manfaat ganda bagi Universitas. Melalui Internet, segala informasi dengan mudah akan di dapatkan, karena itulah Universitas menyediakan layanannya melalui website untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang ingin mencari tahu antara lain; nilai Online, kuliah Online dan lain sebagainya. Eksistensi universitas di media akan sangat mempengaruhi tingkat ktertarikan calon mahasiswa untuk kuliah di Universitas tersebut. Peringkat universitas juga sangat dibutuhkan oleh calon mahasiswa untuk mengetahui kemampuan universitas yang ada baik di Indonesia maupun di dunia.

Webometrics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website universitas tersebut.

Banyaknya website pada bidang pendidikan lainnya, diduga akan terjadi persaingan dalam menarik mahasiswa, oleh karena itu memberikan pelayanan yang terbaik dalam bidang teknologi informasi merupakan suatu upaya untuk memberikan kepuasan kepada pengguna yaitu mahasiswa dari universitas tersebut.

Melihat hal tersebut, maka yang harus dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo adalah dengan mencoba menjaring calon mahasiswa dan mempertahankan mahasiswanya yang ada dengan menyediakan fasilitas internet dan selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik. Dalam setiap kesempatannya UIN mesti selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang memuaskan khususnya dalam peningkatan fasilitas website yang lebih baik sesuai dengan yang dinginkan oleh para pengunjung. Pengukuran tersebut berfungsi untuk meningkatkan mutu pelayanan pada mahasiswa.

Walisongo Sistem Informasi Akademik (WALISIADIK) secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan UIN Walisongo yang menginginkan layanan pendidikan yang terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, penggunaan sistem informasi berbasis web sangat diminati karena kemampuannya untuk diakses kapan saja dan dimana saja. Mengingat salah satu visi UIN Walisongo yaitu “ Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada Tahun 2038 " tentunya diperlukan suatu wadah untuk menampung karya-karya mahasiswa baik berupa penelitian, karya ilmiah, tugas akhir dan berbagai hal yang terkait dengan riset.

Pembelajaran berbasis riset memungkinkan mahasiswa belajar dengan sifat otentik problem solving dengan sudut pandang formulasi permasalahan, penyelesaian masalah, dan mengkomunikasikan manfaat hasil penelitian. Hal tersebut diyakini mampu meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas mahasiswa dan eksistensi Universitas.

Namun di samping itu, UIN Walisongo juga harus mempunyai seperangkat media untuk meneliti tingkat literasi media digital mahasiswanya dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa UIN Walisongo mengenai media digital, dan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat individual competence mahasiswa UIN Walisongo dalam meliterasi media digital, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat individual competence terkait literasi media digital. Wallahu a'alam bi al-shawab (*)

*Penulis adalah Ketua Umum HMI Korkom Walisongo Semarang

 


 





Baca Juga