Senin, 14/10/2019 14:48 WIB | Dibaca: 233 kali

Bendung Radikalisme, Pelajar dan OKP Rongkop Sinau Pancasila


Ketua PSPBN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sinau Pancasila di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul. Foto: Ja'faruddin. AS
GUNUNGKIDUL - Pelajar, perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan organisasi keagamaan di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul mengikuti kegiatan Sinau Pancasila dan Bela Negara di Aula Kecamatan, Senin (12/10/2019).
 
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY) tersebut menghadirkan, Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Badrun Alaena, M.Si dan Kasubid Ideologi Kesbangpol Gunungkidul, Purwo Handoko, S.Sos, MM.
 
Dalam paparannya Badrun mengungkapkan, Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia. Menurutnya Pancasila harus diaktualisasikan dengan tiga tahapan. Yaitu, secara epistemologis, maksudnya adalah apa yang bisa ketahui dan dipahami dari Pancasila. Kemudian, aksilogis, yaitu tentang apa yang bisa dilakukan serta bagaimana mengamalkan Pancasila sebagai way of life. Kemudian ontologis, yaitu Pancasila sebagai perekat bangsa Indonesia yang harus diyakini,
 
"Pancasila sudah teruji sebagai lem perekat Bangsa Indonesia yang berbeda warna kulit, agama, dan suku  budaya. Semua disatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan itu bukan kehendak kita, tapi kehendak Tuhan Yang Maha Esa, Allah Swt.  Kalau saat ini ada yang menginginkan diisi hanya satu sumber agama sebagai dasar negara, justru menentang kehendak Allah Swt yang menciptakan perbedaan," tegasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Badrun  mengimbau kepada peserta untuk mewaspadai paham-paham ekstrim atau radikal yang hendak merongrong Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Hal itu sebagai wujud implementasi nilai- nilai Pancasila,
 
"Kita syukuri sebagai bangsa Indonesia. Pancasila bukan hanya kata-kata indah, tapi harus ada aksinya. Salah satunya menolak paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia," tandasnya.
 
Sementara itu Purwo mengungkapkan Yogyakarta adalah daerah yang multi kultur. Hal itu merupakan keunggulan sekaligus kelemahan. Salah satu kelemahannya mudah diganggu dengan isu-isu perbedaan individu, budaya, dan  agama. Selain itu, sebagai kota pendidikan, banyak berkembang LSM dan Ormas yang rentan terpapar pahamradikal, 
 
"Perlu diwaspadai kegiatan Ormas dan LSM yang menyimpang dari Undang-Undang dan merongrong ideologi Pancasila," ujarnya.
 
Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul salah satunya penguatan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat serta meningkatkan toleransi antar umat beragama. Kemudian, mendukung kebijakan yang berorientasi meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,
 
"Kami (Kebangpol Gunungkidul) sebagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) setiap tahunnya keliling ke desa-desa di Gunungkidul untuk pembinaan Wawasan Kebangsaan, dengan mengundang tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan karang taruna," imbuhnya.
 
Sementara itu,  Sekretaris Camat Rongkop, Agus Pramuji, S.Sos dalam sambutannya mengungkapkan, Sinau Pancasila menjadi penting dilaksanakan mengingat sejak reformasi 1998, intensitas pendidikan Pancasila mengalami penurunan. Terlebih, kata dia,  kedinasan Pendidikan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sudah tidak ada lagi, 
 
"Saat ini diharapkan bisa me-refresh kembali dengan Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan," ujarnya.
 
Menurut dia, dalam acara Sinau Pancasila kali ini peserta hanya sebagian yang mendapat kesempatan. Namun demikian ia berharap peserta yang terbatas ini nantinya akan menyebarluaskan hasil dari Sinau Pancasila ke masyarakat yang kebih luas,
 
"Paska ini bisa kembangkan di sekitar kita. Kita bisa sisipkan terutama dari para tokoh agama, untuk setiap momen, setiap event, kita tanamkan nilai-nilai Pancasila yang semakin berkurang intensitasnya," harapnya.
 
Terkait akan digelarnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di empat desa wilayah Kecamatan Rongkop, Ia juga berpesan kepada peserta agar setelah mengikuti Sinau Pancasila mengedepankan rasa persatuan Indonesia, 
 
"Harapannya juga agar peserta nantinya bisa menjadi suri tauladan dalam menyikapi Pilkades. Kalah menang bukan tujuan. Jaga suasana yang sejuk dan aman," pesannya. (rd)
 
Redaktur: Ja'faruddin. AS

 



Terpopuler


Baca Juga