Jelang Pilkada 2020, Insan Cendikia Sarasehan Mencari Kepala Daerah Berintegritas


Poster Sarasehan Mencari Kepala Daerah yang Berintegritas dalam Pilkada 2020, yang diselenggarakan Insan Cendekia dan PolGov. Foto:ist

YOGYAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Pada 2020 mendatang menjadi momen harapan masyarakat untuk terpilihnya kepala daerah yang memilliki integritas. Namun di tengah demokrasi di Indonesia yang masih berjibaku dengan sederet permasalahan terkait peraturan perundangan, praktik politik uang, politik identitas, dan politik patronase juga klientelisme, pemimpin yang berintegritas semakin sulit dimuculkan.

Menyikapi hal tersebut, Insan Cendekia bekerjasama dengan Research Centre for Politics and Government (PolGov) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) menggelar sarasehan bertajuk 'Mencari Kepala Daerah yang Berintegritas dalam Pilkada 2020'. Acara tersebut akan digelar di Selasar Barat Fisipol UGM, Jumat (18/10/2019) pagi.

Sarasehan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Rahmat Bagja (Anggota Bawaslu RI), Sigit Pamungkas (Mantan Anggota KPU RI), Heri Santoso (Ketua Pusat Studi Pancasila UGM), Arya Budi, M.APS (Dosen Fisipol UGM) dan Retna Susanti (Praktisi Hukum).

Ketua Panitia Penyelenggara, Raras Endarto mengatakan, latar belakang digelarnya sarasehan adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan demi mewujudkan Pilkada yang berintegritas, sehingga melahirkan Kepala Daerah yang berintegritas. Di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, kata dia, Pilkada serentak akan digelar di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul pada 23 September 2020,

“Pilkada yang syarat emosional relasional dan pragmatis sering dijumpai dalam pagelaran pemilihan baik Gubernur maupun Bupati. Hegemoni petahana, minimnya kompetitor,  hingga munculnya lawan pendamping dalam konstelasi pilkada menjadikan semakin sulitnya pemimpin yang berintegritas ditemui,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (17/10/2019).

Ia berharap dengan digelarnya sarasehan, maka akan semakin tersosialisasikan kepada masyarakat, khususnya generasi mileneal terhadap pentingnya kualifikasi sosok kepala daerah yang berintegritas.

“Peserta kegiatan ini terdiri dari mahasiswa pemuda pemudi sebagai generasi milenial. Harapannya generasi milenial dapat menjadi motor penggerak produktif mendorong akselerasi munculnya Kepala Daerah yang berintegritas. Juga diharapkan nantinya peserta memahami mengevaluasi pilkada 2018, sehingga dapat memberikan masukan terhadap pilkada 2020 yang lebih baik,” imbuhnya.

Raras juga berharap, dengan diselenggarakan sarasehan ini, kedepannya akan memunculkan diskusi-diskusi lanjutan yang semakin menumbuhkembangkan pemahaman masyarakat pentingnya kepala daerah yang berintegritas,

“Follow up Kedepannya kita ingin memunculkan agen dan relawan demokrasi yang mengawal proses pilkada 2020 nanti bersama lembaga penyelenggara pemilu,” pungkasnya. (rd)

Redaktur: Ja'faruddin. AS 

 


 





Baca Juga