Sabtu, 23/11/2019 18:46 WIB | Dibaca: 79 kali

Guru dan Pembelajaran Berkualitas


Hanik As’adah. Foto:ist

Oleh: Hanik As’adah*

Belajar merupakan pokok dari seseorang yang menginginkan suatu perubahan pada dirinya. Tanpa belajar seseorang tidak akan mengetahui kelebihan atau kekurangan yang ada di dalam dirinya.  Dengan belajar pula, seseorang akan mendapatkan suatu yang baru yang belum pernah dimilikinya. Kemudian, dari suatu yang baru itu, orang yang kreatif dan mampu berinovasi akan menciptakan dan mengembangkannya menjadi suatu yang baru lagi.

Seperti yang telah diketahui dalam suatu pandangan tentang asal dari suatu ilmu itu sendiri, sebenarnya ilmu itu berasal dari satu kesatuan yang utuh. Seiring perkembangan zaman, ilmu itu menjadi terpecah belah dan bercabang-cabang membentuk berbagai ilmu yang baru lagi seperti yang ada sekarang ini. Harus diakui, sejatinya semua ilmu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam proses pembelajaran pun, ada cabang-cabang sistem dan cara. Dengan kata lain, belajar tidak hanya sekedar guru menjelaskan dan murid mendengarkan. Tetapi juga harus ada inovasi-inovasi yang bermutu dan berkualitas dalam pembelajaran supaya bisa mencetak para murid yang berkualitas pula.

Pembelajaran berkualitas perlu diterapkan dalam semua pendidikan. Tujuan penerapan ini mengingat bahwa tidak sedikit murid bisa memahami langsung materi yang telah diberikan. Selain itu, murid yang kurang aktif dan tidak menyukai materi yang telah disampaikan menyebabkan mereka sulit untuk mengalami perubahan ke depan. Dan jika hal ini dibiarkan, pendidikan di Indonesia akan semakin menurun dan akibat yang akan terjadi adalah negara sendiri mengalami kemunduran yang sangat drastis. Terlebih lagi yang sangat dikhawatirkan adalah mudahnya negara asing mempengaruhi negara sendiri karena kurangnya pengetahuan dalam diri seseorang.

Belajar dapat menjadikan seseorang memiliki kualitas dan menjadi pribadi yang bernilai lebih di hadapan orang lain, bahkan bernilai tinggi di hadapan Sang Penguasa. Untuk menjadi diri yang berkualitas, selain semangat belajar dan mempunyai tekad yang tinggi dalam dirinya, ada campur tangan seorang guru yang berkualitas pula. Berkualitas bukan berarti yang berpendidikan tinggi, atau jabatannya yang tinggi, tetapi guru yang menguasai semua materi, memberikan penjelasan yang sangat detail, guru yang aktif dalam kelas, dam bisa membimbing para murid untuk menjadi berkualitas, serta memahami keadaan kelas. Lebih dari itu, guru yang hebat itu bisa menginspirasi murid-muridnya.

Selain guru yang berkualitas, jumlah murid dalam satu kelas harus dibatasi. Terlalu banyak murid dalam satu kelas menjadi tidak intensif dalam pembelajaran. Guru akan kewalahan dalam membimbing murid, terutama murid-murid yang masih sulit diatur. Kebanyakan murid pula, menjadikan guru tidak begitu mengetahui seberapa besar murid bisa memahami materi yang telah diberikan. Apakah murid itu memahami materinya atau bahkan belum memahami semua materi yang diberikan.

Dalam pembelajaran pula, guru harus aktif dan kreatif dalam menghidupkan kelas. Terlebih lagi bagi murid di bawah umur seperti PAUD atau TK. Guru harus pintar-pintar membuat murid-murid merasa nyaman, tetapi juga tidak cepat bosan dalam pembelajaran. Seperti mengajak murid-murid belajar langsung berbaur dengan alam sekitar atau bahkan yang lainnya. Dengan cara begitu murid tidak akan bosan dalam mengikuti kegiatan dalam belajar.

Dalam pembelajaran, murid seperti dikaderisasikan. Mereka dibimbing mulai dari yang paling dasar, menengah, sampai yang tertinggi. Murid diberikan materi-materi yang sesuai dengan pembelajaran yang memang harus ada dalam dirinya. Tujuan adanya kaderisasi inilah, menjadikan murid berkualitas tinggi. Berkualitas tinggi inilah mereka bisa bermanfaat di semua tempat.

Mereka yang berkualitas tinggi yang seharusnya menjadi penguasa, terutama bagi negaranya sendiri. Berkualitas tinggi bukan hanya cerdas di otak saja, namun cerdas dalam memutuskan perkara dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar bagi rakyat. Tidak kalah penting, menjadi seorang pemimpin harus berani berkorban dan menanggung resiko terhadap keputusan yang telah diambil. Menjadi seorang pemimpin, harus mempunyai sifat sabar terhadap rakyatnya. Sabar dalam menghadapi masyarakat yang menentang peraturan, tetapi juga diimbangi dengan memberikan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan.

Perlu diketahui, menjadi diri yang berkualitas tidak semudah membalikkan tangan. Perlu belajar yang serius dan tidak lupa diiringi doa setiap hari. Pembelajaran ini juga tidak seenaknya dipelajari untuk semua umur. Karena pembelajaran ini lebih tepat ditanamkan sejak dini, mulai dari sistem pembelajaran yang digunakan, pengajar yang berkualitas, sampai jumlah murid yang sangat diperhatikan.

Setidaknya dalam proses pembelajaran, kriteria tersebut ada dalam semua pendidikan, baik formal maupun nonformal.  Jika sistem ini diterapkan dalam semua pendidikan di Indonesia, maka tidak sedikit murid Indonesia akan mengalami perkembangan yang pesat dan mempunyai banyak pengetahuan. Akhirnya yang bisa dirasakan, Indonesia aman dari guncangan luar negeri, bahkan bisa mengalahkan luar negeri dari banyaknya ilmu pengetahuan yang dimiliki.

*Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

 

Berita Terkait

 





Baca Juga